Gaungriau.com (BENGKALIS) -- Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Bengkalis Ruby Handoko meminta agar menunda pelaksanaan belajar tatap muka yang kini telah diberlakukan pemerintah setempat. Pasalnya, kasus Covid-19 masih tinggi di daerah Kabupaten Bengkalis.

"Belajar tatap muka yang diberlakukan pemerintah daerah Bengkalis sebaiknya ditunda lagi, dasar itu melihat kasus Covid-19 di Bengkalis terus bertambah. Bahkan guru mengajar ada terpapar Covid-19 dan ada 45 kasus terbaru saat ini," ungkap anggota DPRD Bengkalis Ruby Handoko kepada wartawan, Kamis 22 Juli 2021 di Bengkalis.

Ia juga menjelaskan tatap muka belajar Tingkat Taman Kanak (TK), Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan SMA sederajat bisa dilanjutkan, apabila vaksinasi untuk anak didik sudah diberikan sehingga mengurangi resiko tertularnya penyebaran Covid-19.

"Untuk di Kota Pekanbaru tatap muka belajar sudah diberlakukan juga, namun vaksinasi untuk anak siswa didik sudah diberikan. Kalau di Bengkalis kan masih belum, masih menunggu, ini resiko bagi anak didik sangat berbahaya tertularnya Covid-19," ungkap pria akrap disapa Akok ini.

Menanggapi hal demikian Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkalis Agusilfridimalis saat dikonfirmasi mengatakan untuk memutuskan penyebaran Covid-19 di sekolah tatap muka belajar ini sudah diantisipasi jauh sebelumnya.

"Untuk guru yang mengajar, vaksinasi sudah dilakukan 70 persen. Selain itu prokes tetap dijalankan, disekolah dan untuk tatap muka belajar terbatas diterapkan maksimal dua tingkatan kelas setiap sekolah. Dengan ketentuan setiap kelas maksimal hanya sepertiga dari jumlah siswa dalam satu kelas.

Untuk vaksinasi bagi siswa anak didik. Dikatakan Agus, pihaknya sedang menunggu dari pihak dinas kesehatan Bengkalis kapan dan waktunya saja.

"Vaksinasi untuk anak didik siswa memang akan segera dilakukan. Tetapi saat ini masih menunggu, " terang Agus.

Ditambahkannya, pembelajaran tatap muka hanya dua kelas saja diizinkan melakukan pembelajaran tatap muka dengan ketentuan hanya sepertiga saja yang boleh hadir dari jumlah siswa satu kelas, atau hanya di isi 9 siswa saja," terangnya.

Dijelaskanya lagi, pembelajaran tatap muka hanya diberlakukan selama dua jam saja di sekolah. Bisa saja nanti setelah dua jam sekolah mengatur bergantian masuk.**(put)