Gaungriau.com (DUMAI) -- Luapan aliran air drainase Rawang Cipto dan curahan hujan yang tinggi tidak hanya menggenangi perkebunan dan pemungkiman warga, namun pondok pesantren Cahaya di RT 10 Kelurahan Bukit Nenas, Kecamatan Bukit Kapur juga ikut tergenang hingga proses belajar mengajar terhenti.

Ratusan siswa Ponpes Cahaya terpaksa mengungsi ke Kantor Komando Rayon Militer (Koramil) 02 Bukit Kapur, Pasalnya, air luapan drainase Rawang Cipto merendam kamar dan tempat belajar para santri setinggi 50 centimeter.

Camat Bukit Kapur, Agus Gunawan Ssos mengatakan, seluruh santri diungsikan kekantor Koramil 02 Bukit Kapur yang tidak jauh dari lokasi ponpes.

"Di Kantor Koramil dengan rincian Santri putra 73 dan Santri putri 71 sedangkan Pembina putra 23
Pembina putri 18 orang. Mereka terbagi dua, putra di kantor koramil, sedangkan Putri di ruko sepanjang jalan Sukarno Hatta, semuanya demi mengikuti proses belajar mengajar dimana saat ini sedang menjalankan ujian," jelasnya.

Untuk memenuhi kebutuhan santri, kini masyarakat ada yang membuka dompet peduli, berupa bantuan nasi bungkus, agar santri tetap tenang dalam menjalan aktifitas ujian dan proses belajar mengajarnya.

Disamping itu, salah satu tokoh Bukit Nenas, Suryadi berharap. Kondisi santri ponpes ini bisa mendapat perhatian dari intansi dan ukuran tangan masyarakat. Mereka merupakan generasi bangsa yang sedang di uji dalam menjalankan proses belajar mengajar sebagai bekal mereka di hari tua nanti.**(sar)