Gaungriau.com, Balikpapan -- Infa Wilindaya SIP MSi, yang merupakan dosen pada program studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) Universitas Muhammadiyah Riau (Umri) terpilih sebagai formatur 13 Pemuda Muhammadiyah. Ia terpilih bersama 12 anggota 12 formatur lainnya dalam helatan Muktamar XVIII Pemuda Muhammadiyah Di Balik Papan Kalimantan Timur 21 Hingga 23 Februari 2023.

Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Pemuda Muhammadiyah Riau Firdaus SE, di Balikpapan Kalimantan Timur, Jumat 24 Fabruari 2023, Firdaus mengatakan mengapresiasi dan mengucapkan terimakasih atas partisipasi Pimpinan Daerah (PD) Pemuda Muhammadiyah dari 12 Kabupaten dan Kota di Riau.

Firdaus juga mengapresiasi dukungan peserta asal kabupaten dan kota di Riau sehingga salah seorang kader PW Pemuda Muhammadiyah Riau atas nama Infa Wilindaya SIP MSi terpilih sebagai salah seorang Formatur 13 Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah. Menurut Firdaus terpilihnya kader Riau akan menjadi penyemangat untuk memajukan gerakan Muhammadiyah.

"Terimakasih juga kepada PD Pemuda Muhammadiyah di Riau telah turut menyukseskan seorang kader kita yaitu Infa Wilindaya SIP MSi terpilih sebagai salah seorang Formatur 13 Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah. Ini tentunya atas kebersamaan rekan-rekan sekalian. Saya berharap atas terpilihnya kader kita ini akan menjadi penyemangat memajukan gerakan Muhammadiyah" ujar Firdaus.

Infa Wilindaya SIP MSi merupakan Putra Riau. Saat ini menjabat sebagai sekretaris PW Pemuda Muhammadiyah Riau dan tercatat aktif sebagai dosen pada Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Riau.

Namanya masuk dalam pemilihan suara dengan urutan ke-6 bersama 12 Formatur lainnya dengan rincian; Machendra Setyo Atmaja (643), Dedi Irawan (642), Dzul Fikar Ahmad Tawalla (622), Gusman Fahrizal (585), Najih Prasetyo (572), Infa Wilindaya (565), Fajar Febriansyah (560), Andreyan Noor (555), Emaridian Ulza (546), Nasrullah (536), Nurhadianto (536), Laode Azizul Kadir (534) dan Ricky Septiandi (522).

Selanjutnya dari hasil pemilihan formatur itu telah pula ditetapkan Dzul Fikar Ahmad Tawalla sebagai Ketua Umum dan Najih Prasetyo sebagai Sekretaris Jendral.

Muktamar XVIII Pemuda Muhammadiyah diselenggarakan di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur pada (21-23/2/2023) bertema Pemuda Negarawan Majukan Indonesia, diikuti ribuan peserta terdiri dari 34 PWPM dan 504 PDPM. Prosesi pembukaan berlangsung meriah dengan hadirnya tokoh-tokoh nasional. Pembukaan secara resmi dilakukan oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof Dr H Haedar Nashir dan dihadiri Presiden Republik Indonesia Ir H Joko Widodo.

Turut hadir mantan presiden Megawati Soekarno Putri, Panglima TNI Yudo Margono, Kapolri Listyo Sigit Prabowo, Kasad Dudung Abdurachman, Mentri BUMN Erik Tohir, Mentri ATR BPN Hadi Tjahyanto, Wamen ATR BPN Raja Juli Antoni serta Mentri Investasi Bahlil Lahadalia.

Prosesi penutupan dilaksanakan pada Kamis malam 23 Februari 2023 oleh Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Prof Dr H Abdul Mu'ti. Prosesi penutupan tak kalah meriah dari prosesi pembukaan. Ribuan peserta terkesima menyimak Pidato Iftitah Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah terpilih Dzulfikar Ahmad Tawalla.

Dzulfikar mengatakan bahwa Muktamar XVIII adalah perayaan kebersamaan seluruh Pemuda Muhammadiyah seindonesia. Momen Muktamar adalah momen untuk menyampaikan gagasan-gasan luar biasa. Semua peserta membawa misi politik yang berbeda namun dengan satu jaminan cinta terhadap pergerakan Muhammadiyah.

"Muktamar XVIII adalah perayaan kebersamaan seluruh Pemuda Muhammadiyah seindonesia. Momen Muktamar adalah momen untuk menyampaikan gagasan-gasan luar biasa. Semua peserta membawa misi politik yang berbeda namun dengan satu jaminan cinta terhadap pergerakan Muhammadiyah" papar Dzulfikar yang disambut riuh tepuk tangan ribuan peserta.

Ia juga menyebut bahwa perjalanan Mukatamar ini sungguh luar biasa. Gagasan tentang Pemuda Negarawan harus diteguhkan sebagai sebuah kontinuitas ide dan gagasan.

"Maka Pemuda Negarawan kita kokohkan dengan empat pilar pemuda negarawan yaitu; pertama meneguhkan gerakan Pemuda Muhammadiyah sebagai gerakan Islam Berkemajuan. Kedua meneguhkan pemuda Muhammadiyah sebagai gerakan kewirausahaan sosial. Ketiga meneguhkan gerakan pemuda muhammadiyah sebagai gerakan ilmu dan keempat meneguhkan gerakan Pemuda Muhammadiyah sebagai gerakan Politik Kebangsaan" urai Dzulfikar lagi. (rls)