PEKANBARU -- Sudah hampir dua bulan ini, kabut asap tebal menyelimuti langit Kota Pekabaru. Kondisi ini tentu saja menjadi ancaman bagi kesehatan masyarakat yang rentan, terlebih lagi bagi para pelajar dan juga wanita hamil.

Sedangkan untuk masker yang disediakan oleh Pemerintah hanya  seadanya yang diperuntukkan bagi para medis dan dinilai tidak memenuhi standar kesehatan untuk pencemaran udara seperti ini.

Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Pekanbaru, Helda S Munir mengakui, jika masker yang diberikan kepada masyarakat sekarang ini belum memenuhi standar kesehatan sesuai dengan kondisi pencemaran udara.

"Kita tidak bisa berbuat banyak, inilah kondisi saat ini dan masyarakat Pekanbaru juga sangat banyak. Sebenarnya, masker yang biasa berwarna hijau itu layak, hanya saja untuk dipakai sekali saja dan tidak bisa berulang- ulang," ungkap Helda, ketika ditemui, Senin 5 Oktober 2015 diruang kerjanya.

Helda juga menyarankan kepada masyarakat,  jika kondisi kabut asap tebal seperti saat ini. Sebaiknya menggunakan masker dua lapis. Sedangkan untuk masker N95 sendiri, pihaknya tidak memiliki ketersediaan barang yang bisa disalurkan ke masyarakat.

"Masker berwarna hijau saja ada yang belum mencukupi untuk dibagikan pada masyarakat. Sejauh ini bantuan masker N95 belum ada diterimana baik dari pusat maupun Provinsi. Jadi yang dibagikan baru sebatas masker biasa," ungkapnya.

Untuk itu, Helda hanya mampu mengimbau kepada masyarakat, agar mengurangi aktivitas diluar rumah.  jika tidak ada keperluan penting keluar rumah, sebaiknya di rumah atau di ruangan tertutup. Jikapun harus keluar, gunakan masker sebanyak dua lapis. "Kita juga minta perbanyak minum air putih dan juga memakan buahan," ujarnya.

Sementara itu lanjutnya, sampai saat ini sebanyak 10.635 masyarakat Kota Pekanbaru terserang penyakit akibat dampak kabut asap yang menyelimuti Kota Pekanbaru beberapa bulan terakhir ini. Dimana jumlah penderita Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) yang menduduki peringkat pertama yakni sebanyak 9.336 pederita.

"Sakit asma sebanyak 280 orang, pnemonia 108 orang, iritasi mata 201 orang, iritasi kulit 358 orang dan diare sebanyak 325 orang," tutupnya.**(saf)