PEKANBARU -- Kepala Bidang Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus (PKPLK) Sri Petri Hariyati menegaskan bahwa keberadaan Pusat Layanan Autis (PLA) Provinsi Riau hanya diperuntukan bagi anak Autis dari Keluarga Tidak mampu.

Hal itu ditegaskan Petri menyikapi banyaknya anggapan kalau PLA yang terletak di Jalan Arifin Ahmad-Jalan Karya Bakti Pekanbaru tersebut, peserta didiknya ada yang berasal dari keluarga mampu.

"Di PLA ini, mereka itukan tidak bayar. Namun untuk pendaftarannya kita membuka secara umum, baru nantinya dilakukan asesment terhadap anak-anak yang mendaftar, jadi tentu orang tua yang memiliki anak Autis dan mengetahui hal itu, akan mendaftarkan anaknya," jelas Petri, Kamis 29 Oktober 2015.

Hanya saja, lanjut Petri, tidak semua yang mendaftar itu begitu saja diterima, mereka akan melalui proses Asesment yang nantinya akan diketahuyi apakah anak itu termasuk Autis yang bisa dilakukan terapi di PLA Provinsi Riau, atau bisa disekolahkan pada sekolah Inklusi.

Petri menambahkan, dalam pembukaan penerimaan peserta didik beberapa bulan lalu, sebanyak 127 ank didaftarkan oleh orang tua atau sandaranya, dari jumlah tersebut sebanyak 120 anak telah dilakukan Asesment, dan didapati sebanyak 55 anak Autis.

"Dari 55 orang tersebut, 29 anak berasal dari keluarga tidak mampu, hal itu dibuktikan dengan surat dari pejabat terkait yang berwenang tentunya, dan juga dilakukan monitoring dilapangan. Namun, untuk saat ini kita baru bisa melakukan terapi bagi 18 anak, hal ini dikarenakan kekurangan tenaga terafis," jelas Petri.

Dengan demikian, kata Petri, pihaknya berharap kedepan akan bisa menambah tenaga terafis dan lainnya, sehingga PLA Riau ini bisa lebih banyak menampung anak-anak Autis yang bersal dari keluarga tidak mampu itu. "Mereka akan dilakukan terapi sampai bisa sekolah transisi, setelah itu baru dimasukkan ke Sekolah inkusi," pungkasnya.**(mad)