• Hj Septina Primawati Rusli

PEKANBARU –- Kisruh calon Ketua DPRD Provinsi Riau pasca ditinggal Suparman S Sos yang saat ini mencalonkan diri sebagai Calon Bupati Rokan Hulu belum juga berakhir. 

Terhadap permasalahan ini, akademisi Universitas Islam Riau (UIR) Dr Syahrul Akmal Latif MSi menilai, sudah tidak ada alasan untuk tidak melantik Septina Primawati MM yang sudah direkomendasikan DPP Partai Golkar.

Seperti diberitakan riauposting.com, Ahad 22 Nopember 2015. Menurut Syahrul, secara aturan, karena Suparman merupakan kader Golkar maka penggantinya harus pula dari Partai Golkar. Sehingga sangat tepat jika Septina Primawati yang sudah direkomendasikan segera dilantik menggatikan Suparman. Sebab, dari aspek apapun, memang Septina layak dan pantas memimpin DPRD Riau.

Menurut Wakil Direktur Pascasarjana UIR ini, baik dari aspek pendidikan, pengalaman, maupun perolehan suara, Septina Primawati unggul sehingga dirinya sangat pantas memimpin DPRD Riau dan seharusnya segera dilantik agar jangan terlalu lama kekosongan terjadi di posisi vital DPRD Riau itu.

“Kan sudah turun suratnya dari DPP Golkar, apalagi yang ditunggu. Septina itu memang paling layak dan menurut saya sudah tepat itu keputusan Partai Golkar. Jadi segeralah dilantik agar jangan terlalu lama kekosongan kursi ketua DPRD Riau itu,” ungkap Syahrul mendesak.

Disampaikan Syahrul, partai Golkar yang baru saja tersandung masalah internal seharusnya tidak lagi membuat masalah baru yang bisa membuat masyarakat semakin menjauhi partai berlambang beringin ini.

Catatan lainnya, lembaga DPRD itu merupakan lembaga rakyat yang mekanismenya harus berjalan baik agar berbagai kepentingan rakyat bisa dibicarakan dan diselesaikan. Apa jadinya, tambah Syahrul, kalau lembaga rakyat itu dibiarkan berlama-lama tanpa pemimpin.

Syahrul yang juga kriminolog jebolan Universitas Indonesia ini menilai, dengan telah keluarnya rekomendasi DPP Partai Golkar untuk Septina Primawati sebagai pengganti Suparman menjadi Ketua DPRD Riau, sudah tidak ada alasan lagi DPD Golkar untuk tidak menyetujuinya.

“Kalau DPP sudah setuju dan merekomendasi Septina menjadi Ketua DPRD Riau, lalu DPD tidak setuju dan bisa pula membatalkan, politik apa namanya itu? Ya, sudahlah, saran saya, Golkar sekarang tunjukkanlah kepada rakyat cara berpolitik yang baik. Ini kesempatan bagi Golkar menunjukkan kepada rakyat cara berpolitik yang santun dan bermartabat. Jika itu tidak mampu dilakukan Golkar, ya wassalam lah,” ungkap Syahrul.***