• Peserta terlihat seriuas mengikuti acara. (Foto: MC Riau)

PEKANBARU -- Keberadaan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Riau diharapkan mampu mengantisipasi masuknya paham radikalisme dan terorisme di Provinsi Riau, karena itu mereka diminta menggandeng berbagai elemen masyarakat.

"Kita minta FKPT segera melakukan aksi dengan pola menyiapkan program kerja yang mampu menjawab persoalan maraknya paham radikalisme terorisme, khususnya di Provinsi Riau ini," kata Kepala BNPT RI di wakili Kepala Sub Bidang Kewaspadaan /Deradikalisasi Terorisme  Dr Andi Intang Dulung saat membuka Dialog Pencegahan Radikalisme Terorisme Bagi Tokoh Pemuda dan Perempuan Provinsi Riau, Selasa 8 Desember 2015 di Hotel Alpha Pekanbaru.

Dia mengatakan, disamping menyiapkan program pihak Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme melakukan komunikasi dengan berbagai pihak tentang peran dan fungsinya dalam melakukan pencegahan terorisme.

Menurut Andi, tidak cukup dengan melakukan komunikasi dan pertemuan dan kunjungan, akan tetapi perlu secara kreatif memanfaatkan berbagai elemen malalui para tokoh pemuda dan perempuan maupun pemerintah yang ada di Provinsi Riau untuk menyampaikan pesan-pesan perdamaian yang sejuk kepada masyarakat umum.

"Keterlibatan berbagai pihak dalam menangani masalah radikal terorisme untuk mempersempit ruang gerak radikalisme dan terorisme, jika perlu menghilangkan sama sekali,"Kata Andi.

Dalam konteks ini, menurutnya keterlibatan para tokoh  pemuda dan perempuan sangat penting, karena saat ini kalangan pemuda menjadi incaran utama. Dari kondisi itulah menurut Andi pihak BNPT berharap kepada FKPT Provinsi Riau bekerjasama dengan instansi terkait baik dari kepolisian, TNI, Tokoh Pemuda, Ormas Kepemudaan dan organisasi wanita dan instansi lain yang memberi dukungan untuk bersama sama menangkal perkembangan radikal terorisme di Provinsi Riau.

Sementara, menurut Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Riau Edi Yusti, dialog Pencegahan Radikalisme Terorisme bagi Tokoh Pemuda dan Perempuan di Provinsi Riau  memberikan pencerahan dan wawsan bagi organisasi kemasyarakatan pemuda dan organisasi wanita akan bahaya radikalisme terorisme bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Disamping itu agar OKP dan organisasi wanita mampu memberikan pemahaman dan wawasan sebagai pelopor dalam pencegahan radikalisme terorisme di tengah masyarakat. 

"Juga dapat membantu Pemerintah dalam memberikan edukasi dan informasi sebagai langkah preventif untuk mencegah terorisme di lingkungan masyarakat," kata Dia.

Kegiatan ini diikuti 265 peserta, terdiri Organisasi Kemasyarakatan Pemuda dan Organisasi Wanita dan mahasiswa dari beberapa Perguruan Tinggi di Pekanbaru. 
Narasumber dialog ini Kasrem 031 Wira Bima Pekanbaru Kolonel Czi I Nyoman Parwata, Abdurrahman Ayub dan Dr.Andi Jamaro dan Professor.Dr.Sudirman Djohan MO dosen dan Peneliti UIN suska Riau.**(mad)