SIAK -- Melihat perkembangan sejumlah harga kebutuhan yang terus naik pasca turunnya harga Bahan Bakar Minyak (BBM), menjadi kebingunan tersendiri oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Siak, mesti nya pedagang bisa menurunkan harga, bukan malah menaikkan.

"Seharusnya, jika BBM sudah turun, harga Bahan pokok juga turun, tapi inilah faktanya yang kita jumpai dilapangan saat ini, bukannya turun, malah ada sejumlah bahan pokok harganya yang mengalami kenaikan, ini kan aneh rasanya," ujar Kadisperindag dan UKM Kabupaten Siak, Drs H Wan Bukhari MSi, kepada GaungRiau, Rabu 13 Januari 2016.

Menurut informasi yang diperolehnya dari Hasan salah seorang pemilik toko Sundra Siak yang bergerak dibidang grosir, bahwa terhadap harga kebutuhan pokok ini pasca turunnya harga BBM memamg terjadi kenaikan harga untuk dibeberapa komuditi.

"Diantaranya harga telor terjadi, penyebabnya adalah kurangnya produksi telor ayam sekarang ini, dan begitu juga terhadap  harga Indomi perkartonnya naik 4000 rupiah, selain dari itu juga berbagai kebutuhan lainya masih stabil, untuk minyak goreng curah malah turun harganya," jelas Dia.

Walaupun demikian, Wan Bukhari menyebut, sudah barang tentu semua pihak sangat mengharapkan dengan turunnya harga BBM agar semua kebutuhan pokok dan kebutuhan barang-barang lainya ikut juga turun.

"Secara perlahan perkembangan perekonomian ini mudah-mudahan terus membaik sebab tidak hanya masyarakat saja menginginkan kan hal tersebut, kami pemerintah daerah juga  demikian," ungkapnya.**(jas)