• Kelmi Amri

PASIR PENGARAYAN -- Anggota DPRD Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Kelmi Amri SH, meminta Pemerintah Provinsi Riau melalui dinas terkait segera memperbaiki kerusakan jalan lintas provinsi di Tambusai Utara.

"Karena di saat kondisi hujan, jalan ini memprihatinkan, Pemprov Riau harus segera melakukan perbaikan, apakah melalui dana swakelola atau dana tanggap darurat, sehingga jalan bisa dilalui masyarakat," ujar Kelmi, Senin 1 Februari 2016.

Selaku putra asli Mahato, Tambusai Utara, Kelmi mengakui ikut merasakan langsung sulitnya Jalinprov Riau dilalui saat kondisi hujan. Kerusakan Jalinprov antara Desa Bangun Jaya ke Desa Tambusai Utara, hingga Desa Mahato diperparah dengan tingginya aktivitas truk bertonase tinggi milik sejumlah perusahaan.

"Saya sendiri bolak-balik ke sana dan merasakan sulitnya lewat. Apalagi saat hujan kondisinya sangat memprihatinkan," jelasnya.

Mantan Ketua KNPI Kabupaten Rohul ini mengakui secara bertahap Pemprov Riau sudah membangun rigid beton antara Jalinprov dari Dalu Dalu Tambusai hingga perbatasan Rohul dengan Kabupaten Rokan Hilir.

Namun, ungkap dia, masih ada sekira 20 kilometer lagi Jalinprov Riau yang belum dibangun oleh provinsi. Dan di saat musim hujan, membuat kondisi badan jalan yang masih base C semakin parah, dan sulit dilalui oleh kendaraan roda dua, mobil pribadi, dan truk.

"Kami berharap Pemprov Riau cepat tanggap dengan masalah ini, sehingga masyarakat bisa melalui jalan ini tanpa hambatan lagi," tandas Politikus Partai Demokrat ini.

Sementara, Kepala Dinas Bina Marga dan Pengairan (BMP) Kabupaten Rohul Harisman ST,MT, melalui Kabid Prasarana Jalan dan Jembatan Anton ST,MM, mengakui dinasnya sudah melakukan penanganan darurat dengan menurunkan alat berat ke lokasi. "Kami segera melaporkan kerusakan jalan ini ke provinsi," jelas Anton.
 
Kerusakan Jalinprov Riau di Kecamatan Tambusai Utara sebenarnya sudah berlangsung lama. Bahkan, beberapa tahun lalu, masyarakat pernah menutup jalan dan melarang seluruh kendaraan perusahaan melewati jalan ini.

Masyarakat Tambusai Utara menilai keterlibatan perusahaan dalam pemeliharaan jalan tidak ada sama sekali. Padahal, truk bertonase milik perusahaan yang menyebabkan jalan di daerah sering mengalami kerusakan, terutama di saat musim hujan.**(lim)