PRT di Sungai Pakning Disiksa Majikan Hingga Masuk UGD
Selasa, 26 April 2016 - 00:00:00 WIB
SUNGAIPAKNING -- Peristiwa kekerasan dan penyiksaan terhadap salah seorang Pembantu Rumah Tangga (PRT) bernama Maria Imelda (21) perempuan asal Nusa Tenggara Timur (NTT), menghebohkan warga Sungai Pakning Kecamatan Bukit Batu Kabupaten Bengkalis Riau, pada Senin 25 April 2016 malam sekitar pukul 19.30 WIB.
Maria yang bekerja di rumah pasangan Herman alias Tong Lee dan Wati alias Bian, pemilik salah satu toko elektronik di Desa Sungai Selari Kecamatan Bukit Batu, diketahui disiksa oleh kedua suami istri ini dengan menyiram air keras Pixel (pembersih lantai toilet.Red) ke sekujur kaki maria, hal itu lantaran Maria tidak menuruti kemauan sang majikan yang dinilai nyeleneh.
Pantauan di Puskesmas Sungai Pakning terlihat Maria Korban kekerasan dari pasangan Herman dan Wati sedang terbaring lemah di ruang Unit Gawat Darurat (UGD), dengan kondisi kedua belah telapak kaki korban dibaluti perban, karena lebam dan bengkak akibat siraman air keras Pixel dari majikannya, hal itu membuat Maria belum bisa berdiri.
Polisi segera menggeledah rumah Pasangan Herman dan Wati setelah mendapat laporan dari warga yang mendengar tangisan dan jeritan dari dalam rumah, warga setempat sudah lama Mencurigai tindak tanduk pasangan suami istri ini, yang dikenal selalu kasar dengan pembantu rumahnya.
“Ini sudah yang kesekian kalinya pasangan suami istri itu menyiksa pembantunya, dan hari ini terbukti mereka menyiram pixel dan berbuat kasar terhadap pembantunya, lantas warga langsung melapor kepada polisi,” tutur Kisnar salah seorang tokoh masyarakat Sungai Selari.
Inforamsi yang diperoleh melalui wawancara dengan Maria, menyebutkan bahwa kekerasan yang dilakukan pasangan Herman dan Wati sudah selalu dialaminya, padahal hanya dikarenakan hal yang sepele.
“Saya dipaksa mandi bekali-kali oleh majikan perempuan (Wati.red) padahal saya sudah mandi, dia takut rumahnya kotor, hanya karena tangan saya sewaktu membersihkan ruang
tengah dalam keadaan gatal, dia langsung memaksa saya mandi,” cerita Maria dengan nada lirih.
Selain dipaksa untuk mandi lanjut Maria, Herman (majikan laki-laki) mencekik lehernya sambil menyeret Maria ke kamar mandi, hingga memar dan lebam sampai terguling di dalam kamar mandi, sedangkan Wati majikan perempuan ikut pula menyiksa dengan berkali – kali menyiram kaki Maria dengan air pixel yang berbahaya terhadap kulit.
“Saya sudah menjerit dan menangis minta tolong, tapi kedua majikan saya tidak peduli malah semakin kuat menyiksa. Ini bukan kali pertama pak, saya sudah berkali-kali disiksa dirumah itu, bahkan anehnya terkadang saya disuruh mandi sampai 12 kali dalam satu hari mereka beralasan takut rumahnya kotor,” lanjut Maria yang mengaku disalurkan oleh salah satu yayasan pemabantu rumah tangga dari NTT ke Sungai Pakning.
Lebih parahnya lagi Maria mengaku tidak pernah digaji selama bekerja di rumah pasangan Herman dan Wati, padahal awalnya kedua warga keturunan Tiong Hoa ini menjanjikan gaji Rp. 2,5 juta kepada Maria, namun Maria tidak pernah mendapatkan
haknya malah setiap hari mendapat siksaan dan kerja paksa.
“Saya dipaksa bekerja dari pagi hingga tengah malam, bahkan pernah dipaksa membersihkan rumah dari pagi hingga pagi, tapi selama lima bulan atau selama saya bekerja mereka tidak pernah membayar gaji saya pak, janjinya Rp. 2,5 juta sebulan,” ungkap Maria meratapi nasibnya.
Kapolsek Bukit Batu Kompol Sugeng dikonfirmasi membenarkan adanya laporan kekerasan terhadap pembantu rumah tangga tersebut di Sungai Pakning.
“Benar kita sudah menerima laporan dari warga tentang adanya kekerasan terhadap salah seorang pembantu rumah tangga di desa Sungai Selari, setelah mendapat laporan
personil Polsek Bukit Batu langsung menggeledah rumah bersangkutan, saat ini korban sudah dilarikan di Puskesmas Sungai Pakning untuk dirawat, sedangkan kedua majikannya kita amankan di Mapolsek untuk diproses lebih lanjut,” Tutur Sugeng.
Warga Desak Majikan Maria Diproses Secara Hukum Salah seorang tokoh masyarakat Desa Sungai Selari Ita yang berdomisili tidak jauh dari rumah pasangan Herman dan Wati mendesak kepada Polsek Bukit Batu untuk memproses secara hukum kedua pasangan suami istri pelaku kekerasan terhadap pembantu rumah tangga tersebut.
“Kita mewakili warga setempat meminta kedua pasangan suami istri itu diproses secara hukum, agar memberikan efek jera terhadap majikan-majikan lainnya, selain itu mereka juga harus membayar gaji korban yang tak pernah diberi selama lima bulan, kita sudah lama mencurigai gerak-gerik pasangan suami istri itu, sudah berkali-kali gonta-ganti pembantu dan selalu saja melakukan kekerasan dengan sewenang-wenang,” pungkas Ita dengan nada geram.**(fer)
Bagaimana Pendapat Anda?
Bagikan Ke Yang Lainnya
Berita Lainnya
-
Rabu, 13 April 2016 - 00:00:00 WIB
Parkir Didepan Rumah, Dump Truck Milik Warga Rakit Kulim Lenyap
RENGAT -- Tindak Pidana Pencurian Kendaraan Bermotor baik Roda 2 (R2), Roda 4 (R4) maupun Roda 6 (R6) masih sering terjadi diwilayah Hukum Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Selasa 12 APril 2016 kejadian yang sama kembali terjadi. Kapolres…
-
Rabu, 13 April 2016 - 00:00:00 WIB
Polres Siak Siapkan 300 Personil
Eksekusi Lahan CBGSK Tunggu Perintah
SIAK -- Lini pengamanan baik dari pihak kepolisian dan juga satpol PP sudah mempersiapkan personilnya untuk melakukan eksekusi lahan Cagar Biosfer Giam Siak Kecil (CBGSK). Saat ini tinggal menunggu waktu pelaksanaan eksekusinya saja. Hal ini disampaikan Kapolres Siak AKBP Ino Harianto SIk kepada Gaungriau.com, Rabu 13 April…
-
Rabu, 13 April 2016 - 00:00:00 WIB
Bengkalis Siap Dukung KPK Cegah Korupsi
BENGKALIS -- Usai menghadiri rapat koordinasi supervisi pencegahan dan penindakan Korupsi terintegrasi di Balai Serindit, Gedung Daerah Riau, Rabu 16 April 2016, Bupati Bengkalis Amril Mukminin siap mendukung upaya-upaya yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam upaya pencegahan tindak pidana korupsi. …
-
Rabu, 13 April 2016 - 00:00:00 WIB
Bupati dan Ketua DPRD Teken Sembilan Poin Komitmen Dukung Cegah Korupsi
BENGKALIS -- Bupati Bengkalis Amril Mukminin dan Ketua DPRD Bengkalis, Heru Wahyudi beserta bupati/waliko dan ketua DPRD kabupaten/kota se-Provinsi Riau, menandatangani komitmen untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan bebas dari Kolusi Korupsi dan Nepotisme (KKN), Rabu 13 April 2016. …
-
Selasa, 12 April 2016 - 00:00:00 WIB
Besok, BPK RI Mulai Verifikasi LKPD Siak
SIAK -- Sesuai yang telah terjdawalkan dan tindaklanjut dari penyerahan LKPD yang disampaikan oleh Pemerintah Kabupaten Siak pada Senin lalu ke BPK RI, maka pada besok, Rabu 13 April 2016 BPK akan melakukan verifikasi dari laporan yang disampaikan tersebut secara langsung ke Kabupaten Siak.
-
Selasa, 12 April 2016 - 00:00:00 WIB
Kasus Narkoba Meningkat, Polisi Siak Gencar Lakukan Operasi Bersinar
SIAK -- Saat sekarang ini Indonesia berada didalam kondisi darurat Narkoba dan kasus ini di Kabupaten Siak terjadi peningkatan yang cukup signifikan, sebagai upaya memerangi penyakit ini pihak kepolisian terus bergerak benar dengan menggelar operasi Bersinar (Bersih Narkoba).
-
Selasa, 12 April 2016 - 00:00:00 WIB
Komit Perangi Narkoba, Polres Inhil Lakukan Tes Urine Pada Perwira nya
TEMBILAHAN -- Polres Indragiri Hilir (Inhil) lakukan tes urine terhadap seluruh perwira di lingkungan Polres Indragiri Hilir. Tes urine ini bertujuan untuk menunjukkan bahwa Polres Indragiri Hilir benar-benar serius memerangi Narkotika di Negeri Hamparan Kelapa Terluas di…
-
Selasa, 12 April 2016 - 00:00:00 WIB
Tak Pakai Helm, Oknum PNS Diamankan Petugas
TEMBILAHAN -- Seorang oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) yang berinisial CC yang berkerja di Badan Pemberdayaan Perempuan sempat beradu mulut saat petugas Satuan Lalu lintas Polres Inhil hendak menilangnya di Parkiran Bank Riau Kepri, Selasa 12 April 2016. …
-
Selasa, 12 April 2016 - 00:00:00 WIB
Dewan Pelalawan Minta Izin Pembangunan Tower Ditinjau Ulang
PELALAWAN -- Terkait permasalahan izin dan keberatan warga terhadap keberadaan tower telkomsel milik PT.Telkomsel di RT 01 RW 03 Dusun Pulau Payung Pangkalan Kerinci Timur,Dewan meminta kepada Dinas dan instansi terkait agar meninjau ulang izin pembangunan tower. …
-
Senin, 11 April 2016 - 00:00:00 WIB
Komisi II Pinta Kantor Polsek Siak Kecil Difungsikan Tahun ini
BENGKALIS -- Kantor Polsek Kecamatan Siak Kecil, Kabupaten Bengkalis, yang sudah dibangun melalui anggaran pemerintah belanja daerah (APBD) Kabupaten Bengkalis Tahun 2013 Lalu, Sampai saat ini belum difungsikan, sehingga anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bengkalis, Dapil Bukit Batu dan Siak Kecil, agar segera diifungsikan tahun…
-
Senin, 11 April 2016 - 00:00:00 WIB
Kesbangpol Gelar Sosialisasi Peraturan Bersama Menag dan Mendagri
BENGKALIS -- Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Bengkalis, gelar acara sosialisasi peraturan bersama Menteri Agama (Menag) dan Menteri dalam Negeri (Mendagri), no 9 dan 8 tahun 2006, bertempat di aula kantor Kespangpol, Jalan Antara Bengkalis, Senin 11 April 2016. …
-
Minggu, 10 April 2016 - 00:00:00 WIB
Kapolres Minta Dukungan Berbagai Elemen Untuk Berantas Narkoba
PASIR PENGARAYAN -- Pasca penangkapan dua oknum pelajar SMPN 04 Tambusai Utara yang membawa narkotika golongan 1 berupa tanaman daun ganja ke sekolahnya beberapa waktu lalu, berinisial KJS (13) dan EI (15) cukup mengejutkan berbagai pihak termasuk tenaga pendidik mereka. …
-
Sabtu, 09 April 2016 - 00:00:00 WIB
Dua Orang Pengedar Sabu Diciduk di Rambah Samo Barat
RAMBAH SAMO -- Para pebisnis Narkotika Di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) lagi-lagi ditangkap petugas yang menyamar sebagai pembeli. Kali ini petugas Pos Bersinar amankan dua tersangka pengedar sabu-sabu. Tak hanya sabu-sabu, dua pria ini juga menjual daun ganja kering.
-
Sabtu, 09 April 2016 - 00:00:00 WIB
Pasca Penetapan Tersangka Suparman, Pimpinan DPRD Rohul Angkat Bicara
PASIR PENGRAYAN -- Pasca ditetapkannya Bupati terpilih Rokan Hulu (Rohul), H Suparman S Sos MSi sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap pembahasan rancangan APBD perubahan Riau 2014 dan APBD 2015 oleh komisi pemberantasan Korupsi (KPK), pimpinan DPRD Rohul, Zulkarnain, meminta masyarakat agar tetap tenang.
-
Sabtu, 09 April 2016 - 00:00:00 WIB
Kantor Polsek Siak Kecil Belum Difungsikan
BENGKALIS -- Kantor Polsek Siak Kecil Jalan Lintas Pakning - Pekanbaru Desa Sungai Siput Kecamatan Siak Kecil, yang baru dibangun melalui Anggaran Pemerintah Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bengkalis Tahun 2013 lalu, sampai saat ini belum difungsikan. Menanggapi…
-
Jumat, 08 April 2016 - 00:00:00 WIB
Aniaya Istri, Ra Mendekam di Penjara
BAGANSIAPIAPI -- Seorang suami berinisial, Ra (24) harus berurusan dengan pihak berwajib. Akibat ulahnya melakukan penganiayaan terhadap istrinya, K (19) kini harus mendekam di penjara Polsek Bangko, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Bagansiapiapi, Provinsi Riau. "Tersangka Ra kita…
-
Jumat, 08 April 2016 - 00:00:00 WIB
Edarkan Narkoba, Kakek di Bui
BAGANSIAPIAPI -- Diduga jualan narkoba jenis daun ganja, seorang pria berinisial, Er (51) digiring aparat kepolisian ke penjara. Dari tangan kakek ini ditemukan belasan paket daun ganja kering siap edar. Saat ini polisi masih melakukan penyelidikan terkait asal-usul barang bukti tersebut. …
-
Jumat, 08 April 2016 - 00:00:00 WIB
Vonis Bebas PN, Kejari Bengkalis Akan Lakukan Kasasi Terhadap Noffi Delima
BENGKALIS -- Kejaksaan Negeri Bengkalis bakal lakukan Kasasi ke Pengadilan Negeri (PN) Bengkalis, dikarenakan PN Bengkalis memponis bebas salah seorang terdakwa kasus penipuan Noffi Delima (41). Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Bengkalis menuntut terdakwa Noffi Delima dengan…
-
Kamis, 07 April 2016 - 00:00:00 WIB
Bupati Minta Tekan Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak
BENGKALIS -- Bupati Bengkalis, Amril Mukminin mengintruksikan kepada stakeholder terkait, untuk dapat menekan kasus kekerasan perempuan dan anak. Mengingat, sejauh ini kasus tersebut ditangani sebanyak 42 kasus atau rata-rata 3,5 kasus per bulan. Demikian sambutan Bupati Amril…
-
Kamis, 07 April 2016 - 00:00:00 WIB
Hatta Munir Akan Usut Asal Usul Tanah PT PLM
RENGAT -- Melihat apa yang dilakukan oleh PT. Palm Lestari Makmur (PLM) membuat Ketua LSM MPR Ber-Nas (Masyarakat Peduli Reformasi Berwawasan Nasional) Kabupaten Inhu Hatta Munir meradang, dirinya mengaku akan mengusut asal usul tanah yang dimiliki oleh PT. PLM.



