PEKANBARU -- Sebagai bentuk kepedulian dan merasa berduka atas kepergian Ramadhani Luthfi Aeril (9) diduga meninggal akibat kabut asap yang melanda Pekanbaru, Provinsi Riau. Puluhan pedagang yang tergabung dalam Ikatan Pedagang Pasar se-Pekanbaru (IPPSP) mendatangi Walikota.

Kedatangan IPPS tersebut untuk menuntut agar Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru mau menyediakan tabung oksigen bagi keluarga kurang mampu, minimal satu tabung untuk satu keluarga.

"Kami tahu Kota Pekanbaru tidak ada titik apinya dan kita sesama korban. Namun, kami ini warga Pekanbaru dan berharap agar Pemerintah tanggap kepada kami masyarakat kurang mampu," ujar Ketua IPPSP, Indra, Kamis 22 Oktober 2015 dalam orasinya.

Indra menambahkan, seharunya pemerintah bisa mencarikan solusi, karena udara yang semakin buruk akibat kabut asap ini sudah banyak memakan korban. "Kami mohon sangatlah kepada pemerintah agar mau mencarikan solusi, jangan sampai adalagi korban-korban selanjutnya," sebutnya.

Indra berharap agar agar Pemko Pekanbaru ikut mendukung masyarakat untuk menuntut perusahaan yang sudah pembakar lahan. Untuk itu, Pemko diminta untuk menyurati Rumah Sakit (RS) Eka Hospital auntuk menyediakan pengobatan gratis 24 jam bagi korban kabut asap.

"Kami menduga perusahaan Sinar Mas juga merupakan salah satu perusahaan yang terlibat pembakaran lahan," cetus Indra.

Puluhan anggota IPPSP ini meminta agar Pemko Pekanbaru tidak fokus  pada posko kesehatan yang ada pinggir jalan kerena seluruh posko tersebut dinilai tidak tidak efektif.