PEKANBARU -- Sejak dibukannya secara resmi posko evakuasi yang berada dilantai tiga kantor Walikata. Sampai Rabu 7 Oktober 2015, sudah ada Lima bayi dan satu balita yang evakuasi akibat kabut asap.

Diperkirakan jumlah bayi yang dievakuasi ke Kantor Walikota Pekanbaru akan terus bertambah seiring belum berakhirnya kabut asap yang melanda Riau khususnya Kota Pekanbaru.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana dan Kebakaran (BPBK) Kota Pekanbaru, Burhan Gurning mengatakan bahwa evakuasi ini merupakan hal yang baik bagi kesehatan bayi dan balita dari keluarga yang kurang mampu.

"Evakuasi ini solusi yang baik bagi  keluarga yang kurang mampu. Pasalnya bayi dan balita tersebut ditempatkan pada ruangan yang bersih udaranya,"ujarnya, kemarin.

Burhan menyebutkan, jika semua keperluan bayi dan balita serta ibunya sudah ditanggung oleh Pemerintah, termasuk susu dan kebutuhan lainnya.

"Semua kebutuhan mereka yang ada diposko evakuasi tersebut ditanggung. Mulai dari susu, makan orang tua serta kebutuhan bayi dan orang tua. Disamping itu kondisi bayi juga senantiasa dicek oleh Dokter yang bertugas. Saya rasa kepedulian Walikota untuk masyarakat sudah bagus,"ujarnya.

Ketika ditanya, sosialisasi kepada masyarakat seperti apa terkait keberadaan posko evakuasi. Karena banyak masyarakat kurang mampu masih bertahan dirumah, padahal udara sudah tidak layak untuk dihirup dirumahnya? Burhan menambahkan, sebenarnya untuk mensosialisasikan ini tugasnya camat dan lurah yang yang mempunyai wilayah. Tugas merekalah untuk menghimbau masyarakat yang kurang mampu untuk dievakuasi.

"Ini kan sudah tanggap darurat, jadi tidak perlulah harus pakai surat. Apalagi kemarin sudah rapat. Teman-teman yang punya wilayah seperti camat, lurah, RT dan RW serta petugas puskesmas agar mengimbau masyarakatnya yang kurang mampu sehingga mau dievakuasi di kantor Walikota. Tak mungkin juga anggota saya yang mengerjakan itu semua. Karena mereka-mereka itulah yang lebih tahu,"ungkapnya.**(saf)