PEKANBARU -- Terpapar kabut asap secara terus-menerus ternyata tidak hanya mengganggu sistem pernafasan saja, melainkan juga dapat menimbulkan kematian. Bukan hanya pada penderita peyakit paru-paru saja, melainkan juga pada penderita penyakit yang sudah kronik lainnya.  

Hal itu langsung dipaparkan oleh dokter spesialis paru dan saluran nafas Rumah Sakit Awal Bros, dr Samsul Afandi SpP. Dikatakannya, Jika berbicara masalah asap, ada dua kelompok yang harus dibedakan yakni kelompk rentan dan tidak. Kelompok rentan termasuk didalamnya manula, anak-anak dibawah usia lima tahun dan juga pasien-pasien dengan penyakit kronik.

"Kemudian pasien-pasein dengan penyakit kronik lain juga harus mewaspadai paparan asap karena memiliki daya tahan tubuh yang tidak bagus. Jika terus terpapar asap, kondisinya akan melemah dan karena hal itu juga dapat menyebabkan kematian," kata Dokter Samsul, Rabu 7 Oktober 2015.

Dilanjutkannya, untuk menghindari dan mengurangi resiko penyakit akibat terpapar asap, dapat dilakukan beberapa cara. Yakni dengan mengurangi intensitas keluar rumah yang tidak perlu, gunakan masker yang standar, jaga nutrisi dan ketahanan tubuh dengan memakan makanan bergizi dan perbanyak meminum air putih.

"Jangan begadang dan juga kecapean, intinya daya tubuh kita harus bagus. Bisa lewat nutrisi dan juga jangan stress, hindari rokok. Kalau ada dana lebih, bisa juga membeli air purifier atau alat penjernih udara yang bisa diletakkan di mobil, dirumah atau dikamar itu sangat membantu. Itu mungkin upaya yang dapat kita lakukan sembari menunggu pemerintah memadamkan api," ujarnya.**(dwi)