PELALAWAN -- Terhitung sampai tanggal 17 Oktober, masyarakat yang terkena Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di KAbupaten Pelalawan mencapai 285 kasus. Dibandingkan pada bulan September, pada bulan Oktober ini terjadi penurunan dalam hal jumlah penderita ISPA.

"Waktu kemarin asap hampir menipis, terjadi penurunan dalam jumlah penderita ISPA. Dibanding bulan September kemarin, memang terjadi penurunan jumlah penderita ISPA di bulan Oktober ini," terang Kepala Dinas Kesehatan Pelalawan, Dr Endit, melalui Kabid P2PL Khairul APT, pada media ini via selulernya, Kamis 22 Oktober 2015.

Khairul menjelaskan sedangkan penyakit untuk iritasi kulit, irtasi mata, asma dan pneumonia masing-masing sebanyak 30 kasus, 18 kasus, 10 kasus dan 6 kasus. Untuk penderita penyakit ISPA sendiri terbanyak ada di Ibukota Kabupaten Pelalawan yakni Pangkalankerinci sebanyak 51 kasus.

"Kalau untuk jumlah penderita ISPA anak-anak sendiri, kita tak tahu persis karena data dari puskesmas tak dipisahkan dari umur," katanya.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Pelalawan, Dr Endit, saat ditanya soal antisipasi kabut asap ini hanya mengatakan bahwa pihaknya ada mendapat bantuan masker dari PT RAPP sebanyak 10 ribu masker. Tapi masker tersebut hanya tinggal tersisa sedikit lagi dikarenakan sudah disebar ke tiap puskesmas yang ada di daerah ini.

"Ya, kita kemaren ada membagikan masker ke tiap-tiap puskesmas karena kita mendapatkan bantuan dari PT RAPP msker sebanyak 10 ribu," ujarnya.

Ditanya soal wacana pemberian tabung oksigen bagi keluarga miskin untuk mengantisipasi kabut asap yang terus berkepanjangan ini, Endit menjelaskain bahwa pihaknya tak ada wacana untuk pemberian tabung oksgen bagi warga miskin. Pasalnya, anggaran untuk pembelian tabung oksigen itu juga tak ada dan tak pernah dianggarkan.

"Kita saja untuk pembelian masker hanya menggunakan dana reguler yang sudah ada. Jdi tak ada wacana bagi kita untuk pemberian tabung oksigen bagi warga miskin," tutupnya.**(yah)