TEMBILAHAN - Salah satu tradisi unik warga Inhil adalah peringatan "Arba Mustamir". Acara tersebut jatuh pada Rabu terahir di Bulan Safar dalam penanggalan Kalender Hijriah.

"Hari Rabu itu dalam masyarakat kita sama dengan Hari Arba. Sedangkan Bulan Safar identik dengan bulan panas dan bulan musibah. Untuk menolak musibah kita peringati acara Arba Mustamir," ujar Ani warga Jalan Sederhana kepada media ini, Rabu, 9 Desember 2015.

Acara Arba Mustamir menurutnya diisi dengan pengajian dan juga tausiah. Intinya supaya masyarakat menyadari akan apa yang telah mereka lakukan selama ini.

"Kalau memang melakukan dosa, segera minta ampun dan bertobat kepada Allah. Supaya Allah tidak menurunkan bala musibah yang imbasnya bukan hanya pelaku, melainkan seluruh warga masyarakat," jelasnya.

Selain pengajian dan tausiah, biasanya ada makanan yang dibuat dan disediakan. Nantinya, warga yang tidak ikutpun memperingati Arba Mustamir tetap akan diberikan makanan tersebut.

Tradisi ini sudah diwariskan dari generasi kegenarasi. Biasa pada bulan ini untuk hal penting seperti perkawinan dan membuat rumah tidak dilakukan. Karena Bulan Safar dianggap bulan panas, hingga tidak bagus untuk dua kegiatan tersebut.

"Orang tua kita dulu kalau sudah Bulan Safar tidak akan melakukan dua aktivitas tersebut. Malah kalau bekerja yang menggunakan senjata tajam, sangat hati-hati sekali," kata Wahid warga Tembilahan lainnya.

Inhil memang kaya akan nilai tradisi seperti ini. Kegiatan lainnya yang selalu diperingati dan sudah menjadi ivent daerah adalah "Tradisi Bubur Assyura" yang diperingati setiap 10 Muharram. Bahkan ivent ini sudah masuk rekor MURI.

Tradisi lainnya yang selalu diperingati adalah perayaan Maulid dan Isra' Mi'raj Nabi Muhammad. Dua tradisi ini diperingati pada setiap Bulan Rabiul Awwal dan Bulan Rajab. Biasanya masjid dan tempat ibadah umat Islam di Inhil semarak dengan kegiatan ini.

Masih ada tradisi lain yang biasanya diperingati, seperti acara "Haul". Acara ini untuk mengenang tokoh besar Islam, terutama tokoh sufi seperti Syeh Abdul Qadir, Syeh Saman, dan juga Tuan Guru Sapat Syeh Abdurrahman Shidiq dan tokoh Islam lainnya. **(suf)