Dispenda Pelalawan Targetkan PAD 115 Miliar Rupiah
Selasa, 01 Maret 2016 - 00:00:00 WIB
PANGKALAN KERINCI -- Seperti berpacu dengan Waktu,Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kabupaten Pelalawan terus menggesa Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pelalawan.Untuk tahun 2016 ini, Dispenda Pelalawan menargetkan pemasukan PAD dari APBD murni sebesar Rp 115 miliar.
"Ya Kita sudah melakukan rekonsiliasi dengan SKPD terkait untuk menggenjot PAD Pelalawan.Begitu juga Kita sudah memulai sosialisasi agar retribusi dan pajak bagi yang menunggak untuk segera dibayarkan," ucap Kepala Dispenda Pelalawan Mayhendri melalui Kabis PAD Edison kepada media ini, Selasa 1 Maret 2016.
Dikatakan Edison, peningkatan pajak daerah dapat dilakukan melalui dua cara, pertama dengan intensifikasi pajak kedua ekstensikasi pajak. Setidaknya, dua hal inilah yang menjadi langkah strategis Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) kabupaten Pelalawan dalam upaya meningkatkan dan upaya menggali pendapatan asli daerah (PAD).
Intensifikasi pajak ini ialah, peningkatan intensitas pungutan terhadap suatu subyek dan obkyek pajak yang potensial namun belum tergarap atau terjaring pajak serta memperbaiki kinerja pungutan agar dapat mengurangi kebocoran-kebocoran yang ada.
Upaya intensifikasi ini, dapat ditempuh melalui tiga cara yakni, penyempurnaan administrasi pajak, peningkatan mutu pegawai atau petugas pemungut dan penyempurnaan undang-undang pajak.
Sementara, eksentensifikasi pajak adalah, upaya memperluas subyek dan obyek paja serta penyesuaian tarif. Eksentesifikasi pajak antara lain dapat ditempuh melalui antara lain, perluasan wajib pajak, penyempurnaan tarif dan perluasan daerah wajib pajak.
Adapun upaya dan kegiatan yang ditempuh Dispenda dalam menggali PAD, antara lain Melakukan pendataan objek pajak-pajak baru, melakukan implementasi bimbingan teknis peraturan dan perundang-undangan, misalnya adanya perubahan peraturan bupati, memberikan penghargaan kepada wajib pajak, misalnya yang bayar tepat pada waktunya, penyebaran wajib pajak PBB dan P2 pekotaan dan pendesaan, dan rekonsialiasi dengan SKPD terkait, khususnya untuk retribusi dan pendapatan lainnya dalan upaya peningkatan PAD.
Menurutnya Edison, salah satu indikator kemajuan daerah dapat dilihat dari pembangunan daerah, yang berjalan secara berkesinambungan. Pembangunan yang dilaksanakan katanya, diharapkan akan membawa dampak bagi meningkatnya taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat. Karena kesejahteraan masyarakat merupakan hak, semua warga negara maka pemerintah harus menciptakan kesinambungan pembangunan yang berdampak bagi kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, sumber PAD di Pelalawan ada empat jenis, yaitu Pajak Daerah, meliputi sebelas item, pajak hotel, pajak restoran, pajak hibutan, pajak reklame, pajak penerangan jalan, pajak galian C, pajak parkir, pajak air bawah tanah, pajak sarang burung walet, pajak bea permodalam hak tanah dan bangunan, PBB dan P2.
"Restribusi daerah, meliputi; restribusi jasa usaha, retribusi pimjaman tertentu dan restribusi jasa usaha lainnya. Hasil kerjasama daerah, meliputi; perusahaan daerah tuah sekata, deviden Bank Riau Kepri, labah usaha koperasi, deviden Bank Dana Amanah, bagi hasil Bumi Siak Pusako, Lain-lani PAD yang sah," ungkapnya.**(ham)
Bagaimana Pendapat Anda?
Bagikan Ke Yang Lainnya
Berita Lainnya
-
Rabu, 16 September 2015 - 00:00:00 WIB
Kepala BPTP2M Rohul Optimis PAD Sektor Perizinan 2015 Over Taget
Gaungriau.com -- Badan Pelayanan Terpadu Perizinan Penanaman Modal (BPTP2M) Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) mengaku optimis, pencapaian target penerimaan pendapatan asli daerah (PAD) pada tahun 2015 bisa mencapai over target. Pasalnya, sejak Januari hingga September 2015 realisasi penerimaan PAD BPTP2M Rohul, retribusi izin gangguan sudah mencapai Rp1…
-
Rabu, 16 September 2015 - 00:00:00 WIB
Sebelum Idhul Adha
Pemko Pekanbaru Tetapkan HET Gas 3 kg yang Baru
Gaungriau.com -- Sebelum lebaran Idhul Adha 1436 H mendatang, Harga Eceran Tertinggi (HET) terbaru gas elpiji ukuran 3 kilogram untuk Kota Pekanbaru sudah ditetapkan walikota Pekanbaru. Kabid Perdagangan Disprindag Kota Pekanbaru, Mas Irba Sulaiman mengatakan bahwa saat ini Disprindag Kota Pekanbaru sudah memperoleh penjelasan dari gubernur terkait…
-
Rabu, 16 September 2015 - 00:00:00 WIB
BUMdes di Rohul Siap Jual TBS Masyarakat ke PKS
Gaungriau.com -- Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan Usaha Ekonomi Desa Simpan Pinjam (UED-SP) di Rokan Hulu (Rohul) menyatakan kesiapannya ditunjuk untuk menyalurkan penjualan tandan buah segar (TBS) kelapa sawit petani langsung ke Pabrik Kelapa Sawit (PKS) se Rohul. Ditunjuknya lembaga mikro ekonomi yang berada di…
-
Rabu, 16 September 2015 - 00:00:00 WIB
Dampingi Kepala BKPM Pusat
Firdaus Promosikan Investasi Pekanbaru di Beijing
Gaungriau.com -- Kota Pekanbaru bukan saja dikenal sebagai kota tujuan investasi terbaik seluruh Indonesia, namun juga menjadi daya tarik bagi pelaku usaha dari negara Tiongkok, Cina. Kabag Humas, Setda Pekanbaru, Alek Kurniawan, melalui pesan singkatnya, Rabu16 September 2015 mengatakan, bahwa Walikota undang untuk mendapingi Kepala BKPM pusat…
-
Rabu, 16 September 2015 - 00:00:00 WIB
Wilayah Penambangan Pasir Rupat Mulai Ada Titik Terang
Gaungriau.com -- Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Daerah, Kabupaten Bengkalis Syahrial ST, menyampaikan bahwa untuk Wilayah Penambangan Rakyat (WPR) pulau Rupat yang terus menjadi polemik sudah ada titik terangnya. Hal itu, dikatakan Syahrial, saat lintas koalisi DPRD Bengkalis melakukan rapat membahas soal Penambangan Rakyat dengan…
-
Selasa, 15 September 2015 - 00:00:00 WIB
Pengesahan APBD-P 2015 Pekanbaru Ditargetkan 25 September
Gaungriau.com -- 17 Ranperda yang merupakan Prolegda Pemerintah kota (Pemko) untuk dibahas di DPRD Pekanbaru, sudah resmi ditetapkan sejak beberapa bulan lalu. Namun hingga pekan ketiga September ini, dari 17 Prolegda tersebut, belum ada satu pun yang disahkan. Termasuk Ranperda APBD-P 2015. Ranperda APBD-P 2015 ini,…
-
Selasa, 15 September 2015 - 00:00:00 WIB
Kabut Asap
Jual Beli Masyarakat Turun 40 Persen
Gaungriau.com -- Akibat bencana kabut asap yang sudah hampir satu bulan ini melanda Kota Pekanbaru dan mengakibatkan penurunan jual beli masyarat dipasar-pasar tradisional. Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Pekanbaru, Mas Irba Sulaiman mengatakan bahwa kabut asap yang terjadi beberapa minggu belakangan ini mengakibatkan…
-
Selasa, 15 September 2015 - 00:00:00 WIB
Bencana Asap
Nelayan Bengkalis tak Melaut
Gaungriau.com -- Dampak kabut asap semakin tebal yang melanda Kabupaten Bengkalis beberapa akhir pekan ini, khususnya di perairan selat Bengkalis membuat para nelayan pendapatan ikan mengalami kerugian besar. Salah seorang Nelayan Bengkalis, Zainal (40) warga Pambang Pesisir Kecamatan Bantan, kabupaten Bengkalis. Ia mengatakan, kerugian besar nelayan…



