• Ketua Forum Komunikasi Rukun Tetangga (FKRT) Bukit Nenas Mislan.

Gaungriau.com (DUMAI) -- Sudah lama tak dengar permasalahan perjudian maupun warung remang- remang diwilayah Kelurahan Bukit Nenas , Kecamatan Bukit Kapur, Kota Dumai.

Kini permasalahan itu kembali viral dan membuat kalangan ibu rumah tangga (IRT) resah, terutama warga di seputar RT 10, 11 dan 12 dikelurahan Bukit Nenas. Pasalnya, banyak dari suami mereka menghabiskan uang dan waktunya di tempat permainan judi dindong, jackpot Ikan-Ikan yang marak terdapat di warung-warung di wilayah tersebut.

Hal itu seperti yang diutarakan seorang ibu rumah tangga (IRT) berinisial Y (32) kepada Ketua Forum Komunikasi Rukun Tetangga (FKRT) Bukit Nenas Mislan, Rabu 28 Agustus 2019.

"Saat ini kami sering cekcok suami istri, karena uang jerih payah suaminya selaku supir serab angkutan Industri habis, diduga untuk permainan dindong. Akibatnya kami suami istri selalu cekcok," ujar Y dengan meneteskan air matanya.

Anehnya menurut Y kalau sudah kalah main dindong , suami nggak berani pulang ke rumah, kalau pun pulang selalu ribut. "Mohonlah pak RT carikan pemecahannya jika perlu di demo aja warung warung yang ada dindingnya,"

Atas kejadian itu, Y minta kepada FKRT agar perjudian dindong yang marak di wilayah Bukit Nenas khususnya di wilayah RT 10 Bukit Nenas di basmi, jangan sampai para emak emak nantiknya menutup dindong tersebut.

Permasalahan yang sama di sampaikan warga di seputar Rawang Cipto Bukit Nenas berinisial M (42). Menurutnya, dengan maraknya judi jackpot ataupun dindong para orang tua mulai resah, karena takut anak-anak mereka yang masih duduk dibangku sekolah terpengaruh dengan permainan judi yang menggunakan koin logam tersebut, apa lagi sejenis game ikan ikan itu.

Menyikapi hal itu, Ketua FKRT Bukit Nenas Mislan mengucapkan terimakasih kepada warga. Untuk kebenaran informasi ibu ibu tersebut akan di cek dilapangan.

Hal hasil sesuai survei dilapangan, terdapat beberapa titik yakni di pucak dan rawang Cipto. "Kami selaku orang yang di tuakan dari profesi RT se Bukit Nenas akan meminta RT setempat agar menegur pemilik warung untuk menghentikan permainan tersebut dan kembalikan pada pemiliknya, jika tak di indahkan maka semua RT akan turun menutup paksa bersama pihak yang berwajib," Kata Mislan.

Mislan juga akan membicarakan hal ini kepada LPMK, Lurah serta Babinkhatibmas serta Babinsa secepatnya. Dan membuat surat ke pihak kecamatan serta satpol PP serta Polisi agar bisa ikut andil dalam menertibkan permasalahan yang sudah meresahkan ini, hal itu bukan terjadi di Bukit Nenas saja , sudah merata hingga ke kecamatan Bukit Kapur.**(sar)