• Kepala UPT Bapelkes bersama Kepala Dinas Kesehatan Bengkalis dr Ersan Saputra menandatanganan kerjasama

Gaungriau.com (BENGKALIS) – Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Bengkalis menggelar bimbingan teknis Penyuluh Keamanan Pangan (PKP) dan pelatihan District Food Inspector (DFI). Kegiatan yang diikuti oleh 30 peserta ini dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkalis, dr Ersan Saputra, TH, Kamis 11 November 2021.

Dihadapan peserta bimtek PKP dan pelatihan DFI, Ersan mengungkapkan, hasil pengawasan keamanan dan mutu produk pangan yang dilakukan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) selama tahun 2015 ditemukan produk pangan yang mengandung bahan berbahaya yang disalahgunakan sebagai Bahan Tambahan Pangan, yaitu sebanyak 162 sampel mengandung Boraks; 110 sampel mengandung Rhodamin B; 228 sampel mengandung Formalin dan 4 sampel mengandung Methanyl Yellow.

Pada tahun 2019-2020 Loka POM Dumai dan Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkalis telah melakukan pemeriksaan terhadap beberapa usaha Pangan Industri Rumah tangga dan beberapa PIRT dan produk pangan olahan di Bengkalis.

http://gaungriau.com/gambar/foto/2847479773.jpeg Kepala Dinas Kesehatan Bengkalis dr Ersan Saputra terlihat hadir dalam acara

“Dari kegiatan tersebut banyak ditemukan temuan-temuan non kritikal terhadap mereka. Sehingga dengan demikian dianggap penting bagi kami Dinas Kesehatan untuk menciptakan petugas yang berkompeten dan terampil dalam melakukan pengawasan pangan di lingkungan dinas kesehatan,” ujar Ersan.

Dikatakan Ersan dengan beberapa temuan di lapangan tersebut, maka bimtek ini adalah tindak lanjutnya, dengan tujuan guna menciptakan dan meningkatkan kualitas dan kompetensi petugas dalam rangka peningkatan pengawasan pangan, baik produksi maupun pendistribusian serta upaya pembinaan dan advokasi kepada petugas di lapangan.

“Dengan adanya pengawasan yang baik serta dilakukan secara terus menerus dapat menciptakan makanan sehat dan bermutu sehingga makanan yang dikonsumsi masyarakat Kabupaten Bengkalis bebas dari bahan berbahaya,” ujarnya lagi.

Ersan melanjutkan, pengawasan perlu dilakukan terhadap produk pangan baik pada tahap produksi maupun pada tahap pasca produksi atau tahap peredaran produk pangan.

http://gaungriau.com/gambar/foto/9166905321.jpeg Kepala Dinas Kesehatan Ersan Sahputra berfoto bersama pembimbing teknis

Sistem pengawasan keamanan pangan yang digunakan oleh pemerintah selama ini adalah pengawasan “full spectrum” yaitu berupa pengawasan “pre market” dan pengawasan “post market”.

Kegiatan bimtek PKP dan pelatihan DFI ini berlangsung selama 4 hari terhitung dari tanggal 11 s/d 14 November 2021 dengan pemateri atau narasumber dari widyaiswara yang berkompeten. Kegiatan ini sendiri dipusatkan di Hotel Bono Pekanbaru.**(infotorial)