Gaungriau.com -- Proses pembelajaran tematik dimasa pandemi yang masih berlangsung hingga saat ini dilaksanakan dengan metode online , penetapan keputusan ini diberlakukan oleh Pemerintah melalui kemendikbud ,yang mana proses pembelajaran nya tetap mengacu kepada kurikulum yang ada ,seperti yang telah diamanatkan oleh kurikulum 2013 sebagai acuan pendidikan yang terus berlangsung hingga sekarang ini sejak Juli 2013 lalu.

"Yang mana pelaksanaan proses pembelajaran didalam nya menggunakan metode tematik intraktif yang merupakan rumusan materi nya dapat diajarkan atau disampaikan dalam bentuk tema -tema yang berintegrasikan kedalam sebuah tema yang diinginkan.

"Dari hal tersebut bahwa tema dalam pemberlakukan pembelajaran tematik itu setiap dalam setiap kelas tidak sama , sebab setiap belajar tematik masing-masing kelas berbeda beda tema nya , dan di harus di ajarkan dalam jangka waktu satu tahun.

Maka dari itu lah proses pembelajaran tematik adalah merupakan pembelajaran yang terpadu, yang menggunakan tema untuk mengaitkan dari beberapa mata pelajaran yang ada menjadi satu dalam buku rentetan pembelajaran nya terkait antara materi satu dengan yang lain.

Dengan demikian diketahui bahwa Pemilihan tema dalam pembelajaran tematik dapat berasal dari guru dan siswa. Pada umumnya guru memilih tema dasar dan siswa menentukan unit temanya. Selain dari itu tema juga dapat dipilih berdasarkan pertimbangan konsensus antar siswa.

Dari pernyataan tersebut dapat ditegaskan bahwa pembelajaran tematik dilakukan dengan maksud merupakan langkah atau upaya untuk memperbaiki ke arah meningkatkan kualitas pendidikan, terutama untuk mengimbangi padatnya materi kurikulum yang harus disesuaikan seperti yang tertera pada kurikulum 2013.

Di samping itu juga pembelajaran tematik akan memberi peluang pembelajaran terpadu yang lebih menekankan pada partisipasi keterlibatan siswa 6ang lebih inten dalam belajar. Keterpaduan dalam pembelajaran ini dapat dilihat dari aspek proses atau waktu, aspek kurikulum, dan aspek belajar mengajar

"Secara realitas menghadapi perubahan seperti sekarang ini, dampak dari badai wabah ini sektor pendidikan sudah barang tentu mengalami perubahan drastis yang cukup signifikan sekali,"

Yang mana sejak wabah Covid -19 melanda proses pembelajaran di semua jenjang pendidikan yang ada terpaksa dilaksanakan oleh pemerintah lewat daring atau online yang merupakan sistem pembelajaran tanpa tatap muka antara guru dan peserta didik.

Dengan metode pendidikan seperti dimasa pandemi Covid -19 sekarang ini tentunya harus di dukung dengan tersedia nya jaringan internet . Dan yang semacam ini merupakan tantangan besar bagi seorang guru.

"Sebab dengan kondisi seperti ini para guru sebagai tenaga pendidik pun dituntut untuk bekerja keras supaya mampu mengelola untuk mencipta kan media pembelajaran sedemikian rupa , guna mencapai tujuan pembelajaran dalam mengantisipasi agar para peserta didik tidak bosan dengan pembelajaran sistem daring,"

Dan tidak hanya sampai disitu saja , dengan penerapan belajar sistem online seperti ini, sudah barang tentu tidak sedikit pula para siswa mengalami kesulitan belajar, akibat tidak di lengkapi dengan sarana penduiung lainya dalam memenuhi 0emlenjatan sistem online.

Imbas dari wabah pandemi Covid - 19 yang masih berlangsung hingga sekarang rasa kesedihan menerpa seluruh jagat maya ,dalam hal ini kita semua dituntut agar mampu mengambil hikmah dibalik badai wabah ini , atau mungkin saja ini adalah bagian dari ujian buat kita semua.

Bagaimana pun dengan kondisi seperti sekarang ini mampu kah sebagai tenaga pendidik dituntut supaya mencerdaskan peserta didik nya sebagai calon generasi emas pada 2045 mendatang harus mendapatkan hak penuh nya dalam mendapatkan pendidikan , sesuai dengan program yang telah di plot oleh Pemerintah dalam mencerdaskan anak bangsa.**


Penulis : Afrinaldi Harahap , Intan Amelia, Ola Liana Sari, Julindri Mahasiswa program Studi PGSD angkatan 2020, Fakultas keguruan dan ilmu Pendidikan universitas Islam Riau.

Dosen Pengampu : Dea Mustika, S.Pd.,M.Pd