• Fikri Wahyudi Hamdani

PEKANBARU -- Manajer PT PLN (Persero) Area Pekanbaru mengeluarkan pengumuman no.34/PM/014/MAPKB/2015 tentang pemadaman listrik yang akan dilakukan sejak 24-30 Oktober 2015 ini.

Dalam jadwal tersebut, pemadaman untuk satu lokasi terjadi tiga kali sehari. Seperti daerah yang termasuk dalam lokasi padam kelompok 'E' pada tanggal 24 Oktober 2015 ini padam pukul 01.00-03.00 WIB, kemudian padam lagi pukul 13.00-15.00 WIB, dan padam lagi pada pukul 21.00-23.00 WIB.

Atas kebijakan PLN tersebut, Anggota DPRD Kota Pekanbaru Fikri Wahyudi Hamdani, mengkritik PLN yang dinilai sudah sangat keterlaluan. Petinggi PLN di Riau dan Kota Pekanbaru sudah tidak bekerja secara profesional dan manajemen yang ada dinilai amburadul.

"Setiap tahun kondisinya seperti ini terus, maka saya meminta, jika GM PLN Wilayah Riau Kepulauan Riau tak mampu untuk menuntaskan persoalan listrik di Riau dalam bulan ini, saya minta kepada Dirut PLN untuk melakukan evaluasi terhadap kinerja petinggi PLN di Riau ini," ujarnya, ketika berbincang bersama media ini, Ahad 25 Oktober 2015.

Politisi NasDem ini mengatakan, bahwa miris melihat alasan yang dikemukakan PLN setiap tahun, seperti alasannya kekeringan, kemarau panjang, mesin rusak, managemen beban, sekarang karena asap, dan sebagainya.

"Seharusnya kalau sudah tahu ada kejadian yang sama, maka perlu ada antisipasi agar tahun depan tak terjadi, sekarang kan ndak, tahun ini alasannya itu, tahun depan itu juga, tidak ada kita lihat upaya penanganan yang baik dari PLN ini," ujar Fikri.

Antisipasi yang bisa dilakukan PLN, saran Fikri, yakni dengan menyiapkan mesin cadangan, perbaikan berkala pada mesin dan sebagainya. "Jangan ketika kondisi kemarau PLN sibuk memperbaiki mesinnya, kalau ini yang terjadi tentu pemadaman bergilir akan terus terjadi dan masyarakat terus bertambah susah," cetusnya

Sementara kecaman juga datang dari pelanggan PLN, Riki yang mengatakan, kinerja PLN yang kacau. Menurutnya, PLN saat ini menambah penderitaan masyarakat.

"Kita dan anak-anak terancam kabut asap, kita butuh kipas angin sebagai pelindung, tapi listrik mati , kita memang semakin menderita," tuturnya.

Lebih parahnya lagi, kata Erna, setelah memberikan pelayanan buruk kepada masyarakat, PLN setiap bulan minta bayaran tepat waktu dan listrik tagihannya naik karena listrik tidak stabil.

"Kalau ada perusahaan lain yang nyediakan listrik, mungkin kita sudah lama pindah, karena pelayanan PLN ini sudah sangat buruk. Sudah sepantasnya ada evaluasi kinerja PLN di Riau," pungkasnya.**(dwi)