• Pj Walikota Dumai H. Arlizman Agus berfoto bersama Kadisnakkanla Provinsi Riau usai mengelar acara peringatan hari Rabies sedunia tingkat Provinsi Riau di Kota Dumai, baru-baru ini.

DUMAI -- Pemerintah Kota Dumai melalui Dinas Peternakan, Perikanan dan Kelautan (Disnakkanla) Kota Dumai telah membuka posko pelaporan untuk mencegah rabies. Hal ini disampaikan kepala Disnakkanla Kota Dumai H. Syafrizal kepada wartawan, Rabu 4 November 2015.
 
Menurutnya, posko itu merupakan wujud kepedulian masyarakat yang akan memberikan informasi dan peringatan dini mengenai kasus gigitan maupun program penanggulangan dan penanganan kasus rabies di Kota Dumai. “Besar harapan dengan adanya posko ini Dumai Rabies Center dapat memberikan dampak yang sangat positif bagi kita khususnya dalam mencegah rabies di Kota Dumai,”ujarnya.
 
Untuk itu, dia berharap kesadaran masyarakat akan bahaya penyakit rabies perlu ditingkatkan secara terus menerus dengan tujuan agar masyarakat paham dan ikut berpartisipasi aktif dalam penanggulangan rabies di Kota Dumai. Selain itu juga semua pihak diharapkan mendukung keberadaan Dumai Rabies Center. 
 
Syafrizal menambahkan, posko pelaporan rabies yang diberi nama Dumai Rabies Center telah didirikan pada 24 September 2015 lalu, poskonya terletak di kantor Disnakkanla Kota Dumai. Selain datang ke posko, masyarakat juga bisa melaporkannya secara online melalui whatsapp yang dimilki oleh para aparatur Dinas Kesehatan, Puskesmas, dan Pusat Kesehatan Hewan Kota Dumai.
 
Ditegaskannya, beberapa upaya telah dilakukan Disnakkanla Kota Dumai dalam menangani persoalan rabies di Kota Dumai, selain pemberian vaksinasi gratis kepada hewan penular rabies seperti kucing, anjing dan kera, Disnakkanla rutin melakukan eliminasi anjing liar, serta melakukan kebiri untuk menekan angka populasi hewan penular rabies di Dumai.
 
Disamping itu, Disnakkanla juga terus melakukan komunikasi informasi dan edukasi (KEI) atau sosialisasi dan penyuluhan kepada masyarakat terkait bahaya rabies. 
“Salah satu bukti nyata hingga saat ini tidak kurang ada sekitar 5000 ekor hewan penular rabies telah diberikan vaksinasi anti rabies setiap tahunnya. Dan pengendalian atau kontrol populasi hewan penular rabies melalui human euthanasi dan sterilisasi hean penular rabies juga selalu dilakukan,”katanya.**(yus)