PEKANBARU -- Sebagai bentuk kepdulian terhadap korban kabut asapa akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), Bank Riau Kepri (BRK) mendirikan posko kesehatan peduli kabut asap di Kecamatan Rumbai.

Posko kesehatan BRK ini menyediakan tenaga medis dan fasilitas kesehatan serta obat-obatan yang terbuka bagi masyarakat yang ingin memeriksakan kesehatannya sebagai dampak bencana kabut asap yang terjadi beberapa pekan belakangan ini. Posko kesehatan ini selanjutnya akan keliling ke lokasi lainnya, seperti Daerah Panam, Bukit Raya, dan Marpoyan.

Direktur Utama Bank Riau Kepri, Dr Irvandi Gustari mengatakan, bahwa posko ini juga sebagai salah satu bentuk dukungan dan apresisi BRK terhadap Pemerintah Provinsi Riau yang komit dalam menanggulangi bencana kabut Asap.

"Kabut asap ini sebagai musibah, dan BRK sangat mengapresiasi Pemerintah Provinsi Riau yang didukung oleh Danrem 031 Wirabima, Danlanud Roesminuryadin, Polda Riau dan Forkopinda Provinsi Riau yang sangat komite dalam menanggulangi bencana kabut asap," tuturnya, Jumat 9 Oktober 2015.

Lebih Lanjut Irvandi menjelaskan, bahwa saat ini bencana kabut asap yang ada di Provinsi Riau merupakan kiriman dari Provinsi tetangga. "Dan terbukti hingga saat ini Provinsi Riau mendapat kiriman kabut asap dari Provinsi tetangga, dimana dari data titik api per tanggal 9 Oktober 2015, Provinsi Riau ada 4 titik api, Jambi 5 titik api, Bengkulu 8 titik api, Bangka Belitung 40 titik api, dan Sumatera Selatan 447 titik api," jelasnya.

Menurutnya, kondisi ini diperparah dengan kondisi Provinsi Riau secara geografi merupakan daerah cekungan yang cenderung tidak ada angin, sehingga asap kiriman tersebut tidak bergerak dari Provinsi Riau.

"Kondisi Provinsi Riau secara peta Geografi merupakan cekungan yang lebih cenderung tidak ada angin, oleh sebab itu asap yang ada di Provinsi Riau tidak bergerak," ungkapnya.

"Jika dibanding tahun lalu, koordinasi tim penanggulangan asap yang dipimpin oleh Plt Gubernur Riau termasuk cepat tanggap, hal ini terbukti dimana jika tahun lalu titik api masih ratusan, saat ini titik api jauh dibawah tahun lalu. Maka hal ini patut di apresiasi atas keberhasilan koordinasi tim yang dipimpin oleh Plt. Gubernur Riau dalam menekan titik api,"lanjutnya.

"Kami dari BRK berharap musibah kabut asap ini cepat berlalu karena sangat berdampak terhadap bisnis dan pergerakan BRK. Dampak kabut asap jelas mempengaruhi kredit dari petani sawit yang memang mendominasi kredit dibidang perkebunan. Dampak juga mempengaruhi tingkat kesehatan debitur, Nasabah dan Pegawai BRK yang akan mempengaruhi tingkat produktifitas BRK," jelas Dia.

"Harapan kami, semoga bencana kabut asap segera berakhir dan produktivitas di BRK dapat meningkat,".

Berdasar dari data Dinas Kesehatan Provinsi Riau per akhir Septembar 2015, menyatakan penderita Ispa telah mencapai 38.800 jiwa yang sebagian besar penderita ISPA tersebut berada di Kota Pekanbaru dan selebihnya di kabupaten lainnya.**(tio)