• Heni, Mahasiswi UPP Rohul yang kabur dari rumah.

PASIR PENGARAYAN -- "Omak aku pergi cari kerja, kalau aku bilang sama omak, takut aku omak berang. (ibu, saya pergi mencari kerja, kalau bilang sama ibu, takut ibu marah)". Itulah isi sepucuk surat yang ditinggalkan Heni (24), dikamar tidurnya, saat minggat dari rumah.

Airmata orang tua Mahasiswi Universitas Pasir Pengarayan (UPP) Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Provinsi Riau ini tak kuasa menahan airmata ketika menceritakan kepergian anak perempuannya yang pergi meninggalkan rumah sejak Senin 9 Nopember 2015.

Anak pasangan Nemen (50) dan Ertini (45) yang tinggal di Jalan Syekh Ismail, RT 03/ RW 03 Desa Rambah Tengah Utara, Kecamatan Rambah ini meninggalkan rumah dengan hanya meninggalkan sepucuk suratdi kamar tidurnya, ia pergi karena akan bekerja. Namun,  keluarganya sampai hari ini khawatir, karena nomor handphonenya tidak aktif.

Ayah Heni, Nemen mengakui khawatir karena anak perempuannya yang dikenal pendiam dan lebih banyak berdiam diri dalam kamar, pergi tanpa pamit. "Memang dia pernah minta izin mau kerja ke Pekanbaru. Namun tidak dikasih izin mamaknya," jelas Nemen kepada wartawan, Rabu 11 Nopember 2015.

"Dia tak dikasih izin karena masih harus selesaikan skripsi dulu," tambah Nemen.

Atas kepergian anaknya itu, Nemen mengakui sangat khawatir. Seluruh teman dekatnya juga sudah didatangi, namun tidak ada yang tahu kemana perempuan itu pergi.

"Ya kami mohon, kalau memang sudah bekerja dan baik-baik disana teleponlah keluarga, agar kami tidak khawatir, apalagi anak kami ini perempuan," katanya.

"Kami tidak marah nak, kalau memang itu keinginan anak untuk bekerja. Tapi kasih tau kami di mana kerjanya. Segera telepon ya nak," pesan Nemen sambil menangis karena khawatir terhadap putrinya.**(am)