PEKANBARU -- Meskipun sijago merah sudah mengamuk dari Selasa 8 Desember 2015 sore kemarin. Namun sampai berita ini diturunkan kondisi pasar Sukaramai Jalan (Ramayana Pusat red) Jalan Sudirman masih belum bisa dipadamkan.

Bahkan Badan Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana BPKPB, Rabu 9 Desember 2015 Sore masih berupaya melakukan pemadaman dipasar Sukaramai atau Ramayana pusat.

Kepala Bidang (Kabid) Pemadam Kebakaran BPKPB Kota Pekanbaru Faisal Hendri yang ditemui dilokasi kejadian mengungkapkan jika pihaknya sudah berupaya untuk  pemadaman. Namun karena kondisi medan yang jauh didalam. Sehingga sulit bagi petugas untuk masuk. Meskipun demikian, pihaknya saat ini masih mencoba untuk memadamkan api darii sebelah utara dan selatan bangunan.

"Lokasi terbakar sulit untuk dimasuki petugas. Sehingga saat ini kita tengah mengupayakan pemadaman dibagian utara dan selatan bangunan," ujarnya.

Faisal juga mengatakan bahwa lokasi sumber api sulit untuk dipadamkan dari dalam. Ditambah lagi strukrur bangunan yang tidak memiliki ventilasi udara menyebabkan udara berkumpul di dalam sehingga menyulitkan petugas untuk memadamkan api.

"Ventilasinya tidak ada, jadi api mengumpul di dalam. Selain itu, api juga masih terus merembet. Sehingga yang bisa kita lakukan hanyalah memadamkan api dari luar melalui kaca bangunan di sebelah selatan pecah," jelasnya.

Faisal menambahkan, untuk memadamkan api tersebut. Sampai saat ini  ada 20 unit mobil damkar yang masih stand by di Ramayana.

"Untuk memadamkan api tersebut, ada 20 unit mobil yang stanb by untuk membantu pemadaman termasuk dari Chevron. Disamping itu juga ada dari DKP Pekanbaru yang ikut memberikan bantuan dalam bentuk dua mobil tangki air dan 1 mobil tangga,"ungkapnya.

Faisal menambahkan, guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Pihaknya juga menyiapkan alat-alat kelengkapan keselamatan petugas saat memdamkan api.

"untuk petugas kita menyediakan masker, tabung oksigen, dan peralatan lainnya sebagai upaya pemadaman di dalam," katanya lagi.

Dari pentauan dilapangan, api masih tetap saja ada. Meskipun sudah beberapa kali dilakukan pemadaman. Api sendiri berasal dari lantai di gedung Ramayana.**(saf)