SIAK -- Minggu ke tiga bulan ini, akan digelar uji kopetensi bagi tenaga honorer di seluruh Kecamatan dan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang ada di lingkungan Pemkab Siak.

"Insya Allah Uji Kopetensi tenaga honorer ini akan segera dilakukan oleh Pemkab Siak,"kata Asisten bidang Administrasi perkantoran Setda Kabupaten Siak Drs H Jamaluddin MSi, Selasa 9 Februari 2016.

Kata Jamal, uji kompetensi tersebut akan dilakukan kepada seluruh tenaga honorer yang ada di lingkungan Pemkab Siak, baik tenaga honorer yang ada di tingkat Kecamatan maupun yang ada dilingkungan SKPD. Dari hasil uji kopetensi ini, akan menentukan sekali bagi tenaga honorer tersebut, kelanjutan honor, apakah masih dipertahankan atau tidak.

Disampaikan Jamal, untuk uji kopetensi nanti, sedikitnya akan di ikuti 6.800 orang tenaga honorer yang terhimpun dari 45 SKPD yang ada dilingkungan Pemkab Siak dan 14 Kecamatan se-Kabupaten Siak. 

"Kreteria uji kopetensi nanti, memuat tentang kedisiplinan, kinerja (prestasi), Absensi dan loyalitas dari tenaga honorer tersebut, hal ini menjadi nilai penting dalam uji kopetensi tersebut,"jelas Jamal.

Jamal menambahkan, untuk tes uji kopetensi nanti, satu harinya akan mengikuti tes sebanyak 100 sampai 300 orang. Tes akan berlangsung pada siang hari disekolah-sekolah yang sudah ditentukan oleh panitia. 

"Oleh sebab itu, kepada seluruh tenaga honorer sedari dini agar mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya, jangan merasa resah, bekerjalah sebagaimana biasanya. Dan ikuti aturan dan perundang-undangan yang berlaku,"kata Jamal mengingatkan.

Saat ditanya, apa dasar uji kopetensi ini dilakukan, menurut Jamal, uji kopetensi yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah, selain untuk meningkatkan Sumber Daya Manusianya, mutu kerjanya, "juga dikarenakan oleh Anggaran Pendapatan Belanja Daerah yang semakin kecil, ini semua disebabkan anjloknya harga minyak dunia saat ini, sehingga dampaknya berimbas kepada APBD kita," ungkapnya.

Sebagaimana diketahui, Dibandingkan APBD Tahun 2015 lalu APBD 2016 Kabupaten Siak yang semula di sahkan oleh DPRD Siak sebesar RP 3,2 Triliun, akibat minyak turun, setelah dievaluasi turun menjadi 2,5 triliun, setelah dilakukan rasionalisasi turun lagi menjadi 2 Triliun lebih.

"Dari faktor inilah, Pemkab Siak melakukan uji kopetensi terhadap tenaga honorer, karena APBD Siak tidak kuat lagi untuk membayar gaji tenaga honorer yang lumayan banyak," pungkasnya mengakhiri.**(jas)