Tidak Anggarkan Lebih, Komitmen Pemkab Selamatkan Kebun Kelapa Dipertanyakan
Selasa, 04 Oktober 2016 - 00:00:00 WIB
TEMBILAHAN -- Peruntukan anggaran untuk perbaikan trio tata air perkebunan kelapa selama 3 tahun pemerintahan HM Wardan selalu minim. Dengan kebijakan ini, Komitmen HM Wardan di dipertanyakan.
Bupati HM Wardan sudah dikenal sebagai bapak kelapa dan dalam setiap kesempatan seringkali menyatakan akan memprioritaskan perbaikan trio tata air perkebunan kelapa yang sudah rusak parah akibat intrusi air laut.
"Selain itu, kami dari Komisi II DPRD Inhil tidak henti hentinya memperjuangkan agar anggaran untuk penyelamatan kebun kelapa diprioritaskan sesuai slogan bupati, namun kenyataannya satuan kerja terkait kita nilai justru bertindak sebaliknya, karena anggaran untuk itu selalu minim, " ungkap Samino, anggota Komisi II DPRD Inhil, Senin 3 Oktober 2016.
"Tahun 2016 ini saja hanya sekira Rp 10 miliar lebih, sementara yang mau diperbaiki sudah sangat masif," ujarnya.
Akibatnya kata Samino lagi, komitmen dan kredibilitas bupati HM Wardan yang menjadikan penyelamatan perkebunan kelapa sebagai program unggulan dipertanyakan.
"Kami tidak melihat kebijakan bupati ini berbanding lurus dengan apa yang dijalankan satuan kerja terkait dan yang lebih parah, sang bupati pun seolah membiarkan kebijakannya tidak dilaksanakan dengan maksimal, aneh memang, " tukas Samino.
Ditempatkan terpisah, seorang tokoh muda Inhil yang cukup kritis memantau kinerja pemerintahan Inhil, Edy Indra Kesuma mengatakan bahwa pada hakikatnya, masyarakat Inhil tidak menolak pembangunan yang bernuansa prestise.
"Namun karena masih banyak yang lebih penting, apalagi janji bupati yang akan memprioritaskan perbaikan kebun kelapa tidak ditunaikan dengan maksimal, pembangunan lain yang dilakukannya akan selalu menjadi bahan sorotan dan kritikan tajam. Bupati tidak berbuat seperti yang dikatakannya, " paparnya.
Lebih jauh Edy Indra Kesuma menjelaskan bahwa ketidak tegasan HM Wardan dalam memimpin pemerintahan di Kabupaten Inhil semakin terpapar jelas dari minimnya pelaksanaan program unggulannya sendiri.
"Katanya fokus membenahi perkelapaan?, tapi anggaran tidak diarahkan kesana secara signifikan dan lucunya lagi, dana yang adapun tidak dilaksanakan maksimal, " jelasnya.**(Suf)
Bagaimana Pendapat Anda?
Bagikan Ke Yang Lainnya
Berita Lainnya
-
Kamis, 17 September 2015 - 00:00:00 WIB
110,40 Km Jalan Kabupaten di Rohul Ditingkatkan Statusnya
Gaungriau.com -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau, akhirnya mengakomodir 110,40 kilometer (km) jalan status kabupaten di Rokan Hulu (Rohul), untuk ditingkatkan menjadi jalan Provinsi, dengan adanya perubahan status, seluruh kewenangan jadi wewenang Provinsi Riau. Informasi tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Bina Marga dan Pengairan (BMP) Rohul Harisman,…
-
Rabu, 16 September 2015 - 00:00:00 WIB
Kepala BPTP2M Rohul Optimis PAD Sektor Perizinan 2015 Over Taget
Gaungriau.com -- Badan Pelayanan Terpadu Perizinan Penanaman Modal (BPTP2M) Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) mengaku optimis, pencapaian target penerimaan pendapatan asli daerah (PAD) pada tahun 2015 bisa mencapai over target. Pasalnya, sejak Januari hingga September 2015 realisasi penerimaan PAD BPTP2M Rohul, retribusi izin gangguan sudah mencapai Rp1…
-
Rabu, 16 September 2015 - 00:00:00 WIB
Sebelum Idhul Adha
Pemko Pekanbaru Tetapkan HET Gas 3 kg yang Baru
Gaungriau.com -- Sebelum lebaran Idhul Adha 1436 H mendatang, Harga Eceran Tertinggi (HET) terbaru gas elpiji ukuran 3 kilogram untuk Kota Pekanbaru sudah ditetapkan walikota Pekanbaru. Kabid Perdagangan Disprindag Kota Pekanbaru, Mas Irba Sulaiman mengatakan bahwa saat ini Disprindag Kota Pekanbaru sudah memperoleh penjelasan dari gubernur terkait…
-
Rabu, 16 September 2015 - 00:00:00 WIB
BUMdes di Rohul Siap Jual TBS Masyarakat ke PKS
Gaungriau.com -- Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan Usaha Ekonomi Desa Simpan Pinjam (UED-SP) di Rokan Hulu (Rohul) menyatakan kesiapannya ditunjuk untuk menyalurkan penjualan tandan buah segar (TBS) kelapa sawit petani langsung ke Pabrik Kelapa Sawit (PKS) se Rohul. Ditunjuknya lembaga mikro ekonomi yang berada di…
-
Rabu, 16 September 2015 - 00:00:00 WIB
Dampingi Kepala BKPM Pusat
Firdaus Promosikan Investasi Pekanbaru di Beijing
Gaungriau.com -- Kota Pekanbaru bukan saja dikenal sebagai kota tujuan investasi terbaik seluruh Indonesia, namun juga menjadi daya tarik bagi pelaku usaha dari negara Tiongkok, Cina. Kabag Humas, Setda Pekanbaru, Alek Kurniawan, melalui pesan singkatnya, Rabu16 September 2015 mengatakan, bahwa Walikota undang untuk mendapingi Kepala BKPM pusat…
-
Rabu, 16 September 2015 - 00:00:00 WIB
Wilayah Penambangan Pasir Rupat Mulai Ada Titik Terang
Gaungriau.com -- Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Daerah, Kabupaten Bengkalis Syahrial ST, menyampaikan bahwa untuk Wilayah Penambangan Rakyat (WPR) pulau Rupat yang terus menjadi polemik sudah ada titik terangnya. Hal itu, dikatakan Syahrial, saat lintas koalisi DPRD Bengkalis melakukan rapat membahas soal Penambangan Rakyat dengan…
-
Selasa, 15 September 2015 - 00:00:00 WIB
Pengesahan APBD-P 2015 Pekanbaru Ditargetkan 25 September
Gaungriau.com -- 17 Ranperda yang merupakan Prolegda Pemerintah kota (Pemko) untuk dibahas di DPRD Pekanbaru, sudah resmi ditetapkan sejak beberapa bulan lalu. Namun hingga pekan ketiga September ini, dari 17 Prolegda tersebut, belum ada satu pun yang disahkan. Termasuk Ranperda APBD-P 2015. Ranperda APBD-P 2015 ini,…
-
Selasa, 15 September 2015 - 00:00:00 WIB
Kabut Asap
Jual Beli Masyarakat Turun 40 Persen
Gaungriau.com -- Akibat bencana kabut asap yang sudah hampir satu bulan ini melanda Kota Pekanbaru dan mengakibatkan penurunan jual beli masyarat dipasar-pasar tradisional. Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Pekanbaru, Mas Irba Sulaiman mengatakan bahwa kabut asap yang terjadi beberapa minggu belakangan ini mengakibatkan…
-
Selasa, 15 September 2015 - 00:00:00 WIB
Bencana Asap
Nelayan Bengkalis tak Melaut
Gaungriau.com -- Dampak kabut asap semakin tebal yang melanda Kabupaten Bengkalis beberapa akhir pekan ini, khususnya di perairan selat Bengkalis membuat para nelayan pendapatan ikan mengalami kerugian besar. Salah seorang Nelayan Bengkalis, Zainal (40) warga Pambang Pesisir Kecamatan Bantan, kabupaten Bengkalis. Ia mengatakan, kerugian besar nelayan…



