Dalam waktu 21 hari ke depan, insyaallah mereka sudah pandai mencari uang, melalui kerja kelompok karena di PKBM, dibentuk pola kerja garmen artinya harus berkelompok, ada bagian membuat pola, tangan, badan dan lainnya. Selain itu dengan pola bapak angkat, dicarikan order tinggal mengerjakan sesuai pesanan jahitan.
Hal itu dijelaskan Bupati ketika kedatangan tamu dari Komisi II DPRD Kabupaten Siak yang berkunjung ke PKBM, Kamis 22 Oktober 2015. Keberadaan alumni PKBM sudah 1.800 orang, mereka membuat kelompok menjahit, jadi berapa orderan yang datang bisa tercapai target, seperti terjadis selama ini, sudah ada yang memperoleh penghasilan perbulannya 1,5 juta sampai 2 juta.
Di sisi lain Bupati menjabarkan, selama ini di Kampar, untuk memenuhi kebutuhan pakaian seragam sekolah anak SD tiap tahun ajaran baru bisa sampai 1 juta lebih biayanya, tetapi sekarang dengan tersedianya pakaian yang di produksi sendiri tentu dapat mengurangi pengeluaran bagi orang tua karena harga jual lebih murah dan kualitasnya pun bersaing, bahkan bisa sampai separoh biayanya.
"Hal ini kan sudah membantu masyarakat, meringankan harga beli pakaian sekolah,"kata Bupati.
Sementara ketua robongan komisi II DPRD Siak, Syamsurizal atau yang akrab di sapa Budi memberikan motifasi peserta menjahit mengatakan, yang paling penting jaga kebersamaan dan harus bersungguh-sungguh belajar dan bekerja, perbanyak berbuat dan bekerja, Insyaallah dengan begitu akan memberi hasil.
"Apa yang dibuat Bupati untuk percepatan peningkatan kemajuan ekonomi masyarakat sudah sangat bagus, karena itu keseriusan dan kesungguhan bekerja dalam mengejar kemajuan di tangan sendiri," ujarnya.








