TEMBILAHAN -- Ketua P2TP2A Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) Hj Zulaikhah Wardan sangat prihatin dengan tingginya kasus HIV/AID di kab Inhil, yaitu sebayak 134 dn jumlah tertinggi dan terbayak adalah ibu rumah tangga dengan jumlah 30 orang.

Tidak hanya itu HIV/AIDS juga mengancam kalangan pelajar dan mahasiswa khususnya untuk kalangan perempuan. Atas hal itu, Zulaikhah mengingatkan jika hal ini tidak di tangani secara serius dan terpadu oleh semua satker terkait dan semua komponen masyarakat , maka jumlh ini akan semakin bertambah.

"Untuk itu kita berharap ada program yang konkrit dilapangan sehingga bisa menekan angka tersebut. Perlu adanya sosialisasi kepada kelompok ibu Rumah Tangga agar mereka tau apa dan bagaimana penalaran serta bagaimana agar kita tidak terkena penyakit mematikn tersebut," katanya, Selasa 10 November 2015.

Partisipasi suami juga sangat penting dalam hal ini. Karena itu, suami dihimbau pikir dulu sebelum melakukan hubugan intim dengan orang yang bukan istrinya. "Jika sang suami terjangkit diluaran, akibatnya bukan hanya diri sendiri tetapi dia akan menularkan kepada istri dan anak-anak mereka,"katanya.

Kepada yang sudah terlanjur baik terkena penyakit mematikan tersebut, Zulaikhah menghimbau untuk putus asa. Para penderita tersebut hendaknya bertaubat dan melakukan hal-hal positif yang bermanfaat.

"Dan kepada para keluarga harus tetap memberikan semangat dan perhatian. Jangan kucilkan mereka, karena mereka membutuhkan kasih sayang kita. Dengan motivasi dan kasih sayang kita mereka dapat melewati hari-harinya denga semangat dan percaya diri, dan kondisi seperti ini tidak akan memperparah mereka dalam menjalani hidupnya, semoga Allah SWT memberikan yang terbaik buat kita semua," katanya.**(suf)