• Sutjiptadi

JAKARTA -— Mantan Kapolda Riau Sutjiptadi mengaku hingga kini terus mengamati perkembangan provinsi Riau, termasuk bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang sudah sebulan lebih menyelimuti negeri Bumi Lancang Kuning. Menurutnya, bencana Karhutla tak akan akan mungkin terselesaikan kecuali pertolongan Allah SWT melalui turunnya hujan lebat.

“Melihat titik api yang meluas dan di lahan gambut, rasanya sulit memadamkan api dengan pesawat atau tekonologi apapun atau . Satu-satunya jalan ya ditolon Allah SWT, hujan lebat, “ ujar Sutjiptadi yang terlihat lebih segar saat ditemui di kawasan Bendungan Hilir, Jakarta Pusat.

Ditemui akhir pekan lalu, pria yang kini sibuk menjadi pebisnis bidang perhotelan, restoran dan properti ini, menginginkan masyarakat Riau bisa hidup sejahtera dengan kondisi SDA yang ada serta  terjamin keamanannya, baik secara fisik dan psikis.

“Masyarakat Riau sebenarnya santun dan berbudaya. Jika diberitahu dan diberi penjelasan, akan cepat mengerti dan mengikuti. Istilahnya mudah diberitahu dan mudah mengajukan usul-usul.  Sebagai negara demokrasi, ketika dulu saya Kapolda saya tampung semua aspirasi, “ ujar mantan Gubernur Akpol itu.

Sutjiptadi mengungkapkan ketika dipindah bertugas di Riau, kawasan hutan di Riau banyak dirundung bencana seperti banjir, kabut asap dan tanah longsor. Dia pun banyak menerima keluhan dari masyarakat tentang parahnya kerusakan lingkungan. Bahkan dari informasi media disebut, kerusakan hutan di Riau menempati peringkat pertama di dunia.

“Padahal sebagai polisi, kami harus bisa menyelamatkan kekayaan negara, antara lain hutan, tambang dan ikan, “ katanya.

Menyinggung bencana asap yang sudah sebulan lebih menimpa rakyat Riau, Sutjiptadi mengatakan cara tepat adalah mengutamakan pencegahan. Sebab pola karhutla setiap tahun selalu sama yakni menjelang musim kering.