BAGAN MANUNGGAL -- Pemerintah kepenghuluan Bagan Manunggal terus memaksimalkan pembangunan sejumlah infra struktur yang di wilayah kepenghuluan ini demi kenyamanan warga yang tinggal di wilayah ini.

"Kita terus memaksimalkan pembangunan sejumlah infrastruktur dan  fasilitas publik di wilayah ini, agar masyarakat bisa benar-benar menikmati hasil pembangunan, karena tujuan pembangunan ini kan untuk masyarakat, untuk kenyamanan dan kemudahan masyarakat dalam menjalani aktifitas sehari-hari," kata Datuk Penghulu Bagan Manunggal Rudi Bintoro, Selasa 29 Nopember 2016.

Seandainya pembangunan yang bersumber dari ADD dan DD dirasa masih kurang, dirinya akan menerobos hingga ke kabupaten agar fasilitas publik yang belum dibangun bisa diusulkan ke dalam musrenbang untuk selanjutnya dimasukkan ke dalam APBD Rohil.

"Pokoknya saya berkomitmen untuk bagaimana agar bangunan-bangunan fasilitas publik yang ada bisa dirasakan manfaatnya, kalau belum ada kita upayakan supaya ada, jikalau dari ADD dan DD nggak memungkinkan kita akan minta kepada kabupaten, tentunya melalui mekanisme dan prosedur yang sudah ditentukan, "ujar Rudi.

Apalagi lanjut Rudi, saat sekarang ini adalah  penghujung dari periodesasi masa jabatannya sebagai penghulu, oleh karena dengan tekad yang bulat dirinya benar-benar ingin meninggalkan sejarah yang baik melalui berbagai pembangunan dan program yang sudah ada dan berjalan.

"Sebentar lagi masa jabatan saya sebagai penghulu kan akan  berakhir, jadi sudah sewajarnya saya meninggalkan hal-hal yang akan dikenang oleh masyarakat saya sampai ke anak cucu kelak, makanya saya berusaha maksimal membangun kepenghuluan ini, "tutur pria yang juga merupakan ketua KNPI Rohil periode 2016-2019.

Kepenghuluan Bagan Manunggal Merupakan kepenghuluan yang dikenal dengan nama Pirdam (Perkebunan Inti Rakyat Daeram Militer) pada saat berdirinya kepenghuluan ini mayoritas penduduknya adalah pensiunan ABRI (TNI/Polri...red) yang menempati pemukiman berikut lahan perkebunan pola PIR, kepenghuluan ini juga berada di ujung Bagan Sinembah yang berbatasan langsung dengan Propinsi Sumatera Utara, persisnya kabupaten Labuhan Batu Selatan.**(zai)