• Ilustrasi gajah liar

Gaungriau.com (PEKANBARU) -- Dua rumah milik warga Desa Tasik Tebing Serai Kecamatan Talang Muandau, Kabupaten Bengkalis dirusak kawanan gajah liar. Kawanan hewai berbelalai ini merusak karena memang daerah yang dilewati adalah daerah jelajahnya.

Ini merupakan konflik yang berkepanjangan antara manusia dan gajah. Konflik ini terjadi akibat rusaknya habitat gajah Sumatera yang disulap menjadi perkebunan dan pemukiman warga.

Kepala Bidang Wilayah II Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, Heru Sutmantoro mengatakan hasil pendataan di lapangan oleh timnya, ada dua rumah yang terbuat dari papan dirusak kawanan gajah.

"Rumah yang dirusak kawanan gajah adalah milik Pak Ino dan Pak Adi. Namun saat kejadian keluarga tidak ada orang di rumah, ucap Heru Kamis 14 Mei 2020.

Hasil pendataan juga, tidak hanya rumah warga, kawanan gajah ini juga merusak hasil perkebunan warga.

Kemudian tim BBKSDA Riau mengecek seputaran rumah waga. Hasil pendataan ada ladang dan perkebunan warga juga dirusak kawanan hewan bertubuh bongsor itu. Tanaman yang dirusak itu antara nangka dan nanas.

"Selain itu ada sekitar 100 batang pohon kelapa sawit yang turut dirusak," imbuhnya.

Dia menjelaskan, bahwa kawanan gajah itu merupakan kelompok gajah yang berasal dari Cagar Biosfer Giam Siak Kecil. Jumlahnya ada 15 ekor. Saat ini kawanan gajah sudah meninggalkan lokasi.

"Saat ini gajah sudah keluar dari kebun dan menuju ke areal hutan tanaman industri. Warga tidak boleh mengambil tindakkan sendiri karena gajah merupakan satwa yang dilindungi," imbuhnya.**(nda)