• Wakil Walikota Pekanbaru Ayat Cahyadi

Gaungriau.com (PEKANBARU) -- Kasus konfirmasi positif covid-19 dari hari kehari cenderung meningkat di Kota Pekanbaru. Hal tersebut membuat Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru untuk lebih fokus dalam pemberian sanksi terhadap pelanggar protokol kesehatan.

Tim gugus tugas percepatan penanganan covid-19 kembali melakukan apel gelar pasukan penerapan Perwako 130 tahun 2020, tentang pedoman perilaku hidup baru, di komplek MPP Pekanbaru, Senin 14 September 2020.

"Kita kembali Apel gelar pasukan tentang penerapan protokol kesehatan. Saat ini kita fokus pemberian sanksi bagi yang melanggar protokol kesehatan, khususnya tidak pakai masker," kata Wakil Walikota Pekanbaru Ayat Cahyadi, usai memimpin apel gelar pasukan.

Menurutnya, dalam era adaptasi kebiasaan hidup baru kembali terjadi peningkatan kasus positif covid-19 akibat masyarakat yang abai dan tidak peduli untuk menerapkan protokol kesehatan dalam kehidupan sehari-hari terutama dalam menggunakan masker dan menjaga jarak.

"Laporan dari Kasatpol PP oknum masyarakat makin abai, cuek. Sehingga terjadi penambahan kasus positif yang sangat signifikan. Saat penerapan PSBB dulu kita lihat masyarakat benar-benar takut dan disiplin menjalankan protokol kesehatan. Sampai satu bulan itu tidak ada penambahan kasus," terangnya.

Mulai hari ini tim gugus tugas percepatan penanganan covid-19 kembali fokus melakukan pendisiplinan masyarakat, dan pemberian sanksi terhadap pelanggar protokol kesehatan khsususnya bagi warga yang tidak menggunakan masker.

Ayat menyebut, untuk hari ini ada dua lokasi razia penegakkan hukum bagi pelanggar protokol kesehatan. Pertama di Jalan Jendral Sudirman di depan gelanggang remaja, dan lokasi kedua di Jalan Riau dekat Mapolsek Payung Sekaki.

Penegakkan hukum akan terus rutin dilakukan kedepannya. Bahkan Pemko Pekanbaru akan segera menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Mikro (PSBM) di tingkat kecamatan.

"Silahkan beraktivitas, namun tetap disiplin jalankan protokol kesehatan. Kami juga mendorong agar masyarakat produktif, namun aman dari covid," tutupnya.**(saf)