• Saleh Daulay

JAKARTA -- Ketua Komisi VIII DPR RI Saleh Partaonan Daulay menilai hingga saat ini pemerintah Indonesia masih menujukkan kelemahannya dalam berdiplomasi dengan negara Arab Saudi. Hal itu bisa terlihat dari pelayanan dan perlindungan terhadap jemaah haji yang belum optimal.

Sebagai negara yang berkontribusi besar dalam jumlah jemaah haji, Indonesia melalui Kementerian Agama bisa meningkatkan diplomasi dan negosiasi dengan pemerintah Arab Saudi.

"Pelayanan dan penanganan jemaah haji yang tidak optimal menunjukkan tak adanya diplomasi pemerintah Indonesia dengan negara Saudi Arabia. Akibatnya menimbulkan perlindungan jemaah haji pun menjadi rendah. Dari tahun ke tahun selalu terjadi masalah penyelenggaraan haji, " ujar Daulay saat jumpa pers hasil pengawasan tim DPR atas penyelenggaraan ibadah haji tahun 1436H/2015 di gedung DPR Jakarta, Selasa 13 Oktober 2015.

Daulay mengaku tak habis pikir atas lemahnya perlindungan terhadap rakyat Indonesia yang menunaikan rukun Islam kelima tersebut.  Ada yang jemaah haji yang meninggal akibat jatuh crane tak boleh dilihat baik oleh pemerintah dan DPR.
"Kita dipaksa untuk menerima bersih saja atas hasil investasi pemerintah Arab Saudi, semua akses ditutup untuk melihat jenazah korban. Bahkan ada korban Mina yang H+25 baru diketahui identifikasinya, " katanya.

Berdasarkan UU Nomor 13 tahun 2008 tentang penyelenggaraan ibadah haji, Daulay mengatakan ada tiga poin yang menjadi perhatian penyelenggaraan haji yaitu pembinaan, pelayanan dan perlindungan.

Komisi VIII DPR kata Daulay akan menginisiasi usulan pada pemerintah Arab Saudi agar Mina dibuat tiga tingkat sehingga musibah Mina yang setiap tahun memakan banyak korban dapat teratasi. Adanya tiga lantai bisa dilihat dalam pelaksaan ibadah melempar jumrah dan Sa'i. Umat Islam sedunia yang melaksanakan ibadah haji diyakini bakal tertampung jika Mina dibuat tiga lantai.