PEKANBARU -- Ibarat pengantin, Pekanbaru melalui Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Pekanbaru terus bersolek menjelang diselenggarakannya Pemilihan Wali Kota dan Wakil Walikota 15 Februari mendatang. Berbagai upaya terus dilakukan oleh lembaga penyelenggara pemilu itu. 

Berbagai tahapan sudah dilalui, kata Yelly Nofiza disela-sela materi yang ia berikan. Dalam penyelenggaran helatan akbar yang diselenggarakan satu kali dalam lima tahu tersebut, sosialisasi adalah perkara penting dan menjadi perhatian serius yang digeluti oleh Komisi Pemilihan Umum. 

"KPU selalu berupaya masif melakukan sosialisasi, kita sudah sosialisasi sampai ke kaum berkebutuhan khusus, pemilih pemula, berbagai komunitas, diantaranya adalah komunitas perempuan," kata Amiruddin Sijaya, Ketua KPU Kota Pekanbaru dalam sambutannya, ketika membuka acara.

Kegiatan Sosialisasi Pemilih Perempuan dalam rangka meningkatkan partisipasi kaum hawa ini beda dengan kegiatan sosialisasi biasa. Alasannya, KPU Kota Pekanbaru dalam kegiatan sosialisasi yang satu ini menggandeng para aktivis social media yang memang hari-harinya dan professionalitasnya mengelola social media, kata Fitri Andriani salah seorang pegawai KPU Kota Pekanbaru. 

"Aktivis social media ini terdiri dari komunitas blogger Bertuah Pekanbaru, Kelompok Bloger emak-emak Pekanbaru dan para buzzer," tambah Fitri.

Acara yang dimoderatori oleh Assyari Abdullah yang juga dosen Ilmu Komunikasi UIN Suska berupaya untuk mendongkrak angka partisipasi perempuan pada pilwako mendatang. 

Yelli Nofiza selaku pemateri menjelaskan secara runut urgensi partisipasi perempuan dalam pentas politik khususnya Kota Pekanbaru. Dengan keterlibatan aktif perempuan berpartisipasi, diharapkan pemimpin terpilih nanti bisa melahirkan kebijakan yang bersahabat dengan perempuan, mengingat jumlah Daptar Pemilih Tetap (DPT) perempuan sangat signifikan.