BAGANSIAPIAPI -- Polemik di tubuh Partai Golongan Karya (Golkar) menyebabkan partai berlambang pohon beringin tersebut goyang. Perseteruan Partai Golkar, di Pengurus Pusat (PP), akan mempengaruhi konsolidasi partai di daerah.

Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Tingkat (TK) II Partai Golkar Rohil versi Agung Laksono, H Rasmali SH, mengusulkan agar Golkar melakukan Musyawarah Rekonsiliasi, guna menyelamatkan partai tersebut.

Golkar saat ini, terang dia, terbagi dalam beberapa kelompok. Kalau situasi Partai Golkar terus berkecamuk, kata Rasmali, maka akan menyebabkan Golkar melemah dan popularitas partai juga akan menurun.

"Sebab itu, kita minta Golkar melakukan Musyawarah Rekonsiliasi, meski pun dalam Anggaran Dasar (AD) dan Anggarak Rumah Tangga (ART) Golkar, yang namanya musyawarah rekonsiliasi itu tidak ada," kata Rasmali, kepada Pekanbaru Pos, Senin 11 Januari 2016 di Bagansiapiapi.

Masing-masing kelompok yang bertikai di dalam Golkar, menurut dia, mesti duduk bersama, bertemu dan melakukan islah. "Kalau tidak duduk bersama mempersatukan Golkar, maka akan mempengaruhi partisipasi Golkar dalam pembangunan," ujar dia.

Dari penjelasan Rasmali, kondisi Partai Golkar di tingkat pusat, saat ini juga
mempengaruhi kondisi politik di partai berlambang pohon beringin tersebut. Hal ini, terang dia, dapat di lihat dari Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Bupati dan Wakil Bupati (Wabup), serta Pemilihan Walikota (Pilwako) dan Wakil Wali Kota  (Wawako) yang dilaksanakan di sembilan kabupaten dan kota di Riau beberapa bulan lalu.

"Dari sembilan pasangan Calon Bupati dan Calon Wabup, serta Calon Wako dan Calon Wawako yang di usung Golkar, hanya satu daerah saja yang pasangan di usung Golkar menang di Pilkada, yakni di Rokan Hulu (Rohul)," katanya.**(Us)