• Muhaimin Iskandar. (Foto:khamidi)

Gaungriau.com -- Wakil Ketua DPR Ri Muhaimin Iskandar menyebut, hari ini, angkatan muda totalnya di atas 50 persen. Sekarang Indonesia mayoritas diisi kalangan muda. Energi dan kekuatan ini tidak bisa didiamkan.

"Karena kekuatan ini puncaknya ada di 2030. Maka, potensi besar anak muda ini harus dijadikan ujung tombak segala perubahan," kata Muhaimin saat mengisi Kuliah Kebangsaan di kampus Universitas Muhammadiyah Riau (Umri), Sabtu 2 Desember 2023.

"Contohnya kita ingin ke depan banyak anak muda jadi pengusaha yang tangguh," lanjut Muhaimin.

Energi ini menurutnya harus difasilitasi. Jika usahanya skala kecil menengah, maka harus diberi akses permodalan cepat dan mudah.

"Kalau di bawah Rp 10 juta, jangan dibebankan dengan bunga," tuturnya.

Ketua Umum PKB itu juga menyorot pentingnya memberi pelayanan yang baik pada pelaku usaha muda. Dengan semangat itu, manajemen yang baik perlu diwujudkan.

"Kita wajib memberi jalan keluar yang cepat. Pemerintah dan negara harus turun tangan membuka jalan yang cepat dan mudah diakses kaum muda sesuai kapasitasnya," katanya.

Begitu juga dengan lapangan kerja juga harus dibuka seluas-luasnya, terutama pada generasi muda. Kemudian, mempermudah akses permodalan dan perlu mempermudah akses pasar. Sehingga, tidak ada anak muda yang takut jadi petani. Karena saat ini jadi petani rugi karena tidak mendapat akses pasar yang baik.

Pemerintah, tuturnya, harus jadi penyangga. Negara perlu turun tangan agar petani mudah mendapat akses pasar, modal dan sebagainya. Sehingga kemandirian pangan bisa tercipta. Dengan begitu, kebutuhan pangan Indonesia tidak lagi tergantung pada impor.

"Kepada mahasiswa, harus mempunyai nilai akademik yang tinggi. Kemudian, harus mempersiapkan diri menjadi pemimpin. Kalau generasi muda siap, kebijakan pemerintah lurus dan adil serta membela masyarakat kecil, maka kemajuan bisa dicapai," tegasnya.

Muhaimin menambahkan, Indonesia sudah bisa memasuki era demokrasi, itu harus disyukuri. Ketika di Orde Baru, berkumpul seperti sekarang dibatasi. Rezim otoriter mengatur banyak hal, termasuk orang-orang yang duduk jadi wakil rakyat.

"Di masa demokrasi ini, semua orang berhak menjadi wakil rakyat," pungkasnya. (mad)