SIAK -- Untuk memberi rasakan kepada masyarakat tidak hanya menjadi tanggung jawab pihak kepolisian saja, akan tetapi semua elemen masyarakat lainya yang ada didaerah ini juga merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dalam menjaga keamanan.

"Begitu juga dengan Hari Natal dan Tahun Baru ini, kali ini sebanyak  315 personil polisi kita terjunkan kelapangan untuk pengamanan 160 gereja di Kabupaten  Siak," terang Kapolres Siak AKBP Ino Herianto SIK  melalui Kabag Ops-nya Kompil Yudi Palmi SIK  ketika dihubungi GaungRiau lewat sambungan telponnya, Selasa 22 Desember 2015.

"Pengamanan setiap hari-hari besar memang tupoksikita dari pihak kepolisian, termasuk seperti perayaan Natal dan Tahun Baru, di tahun ini yang sudah diambang pintu," jelasnya.

Dari 315 personil yang diterjunkan selain mengamankan 160 gereja yang ada di Kabupaten Siak agar para jemaat yang sedang menjalankan ibadahnya merasa aman, Pihaknya juga dibantu oleh remaja gereja se-Kabupaten Siak untuk bersama-sama menjaga kegiatan natal ini.

"Untuk itulah agar selama perayaan Natal dan Tahun Baru dapat berjalan aman dan tidak ada gangguan apapun kepada seluruh masyarakat yang ada di Kabupaten Siak, Mari kita semua untuk ikut bersama menjaga dan memberikan rasa adem kepada saudara-saudara umat Kristiani selama mereka menjalankan ibadah," ajak Kapolsek.

Kalau berkaca kepada perayaan Natal dan Tahun Baru selama ini, lanjutnya, pihaknya sangat yakin Siak akan aman, sebab rasa kebersamaan yang terjalin erat dan cukup harmonis selama ini menjadi salah dasar dirinya mengatakan aman.

Walaupun demikian, lanjutnya, sebagai langkah antisipasi tidak salah mengambil sikap waspada, yaitu dengan menyebarkan sejumlah intel yang ada dilapangan untuk mendeteksi secara dini guna  memantau perkembangan dilapangan supaya memastikan kondisi yang sebenarnya.

Sementara itu, Ketua Forum Kewaspadaan Kabupaten H Makmur  mengajak seluruh umat muslim yang ada didaerah ini untuk bersama-sama memberikan rasa sejuk dan penuh persaudaraan kepada saudara-saudara non muslim yang sedang merayakan natal.

"Kita boleh berbeda Agama, akan tetapi kehidupan yang penuh kedamaian yang sudah terjalin erat selama ini jangan sampai terusikan jika seandainya ada gesekan-gesekan  yang bisa memecah belahkan kita semua," sebut H Makmur.**(jas)