• H Firdaus ST MT

PEKANBARU -- Beberapa hari yang lalu, Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) Pekanbaru, Aripin diperiksa Kejaksaan Negeri (Kejari) Pekanbaru. Pemeriksaan ini terkait kerjasama antara pengelolaan Pelabuhan di Rumbai Pesisir dengan Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru dan PT Radic Wibawa Perkasa.

Kerjasama itu, Pemko Pekanbaru sebagai pihak pertama dan PT RWP pihak kedua sebagai pengelola. Kerjasama itu tertuang dalam akte notaris nomor 2 tanggal 24 Januari 2012. Pada MoU pemko tetap menguasai gedung, dan PT RWP mengelola dengan perjanjian dana bagi hasil sebesar Rp130 juta perbulan setiap tanggal 10.

Jika keuntungan pihak kedua Rp500 juta perbulan, perhitungan bagi hasil 35 persen dan dihitung pada akhir tahun. Dalam kesepakatan itu juga tertulis, jika pihak kedua lalai menjalankan kewajiban tiga bulan berturut-turut, pihak pertama akan memutus kontrak. Diketahui tunggakan PT RWP mencapai 22 bulan terhitung sejak Januari 2014. Tapi pemko tak putuskan kerjasama sampai sekarang.

Walikota Pekanbaru, Firdaus MT saat dikonfirmasi membenarkan pemanggilan Aripin terkait adanya tunggakan PT RWP terhadap Pemko Pekanbaru. Diduga selama ini PT RWP tidak mengelola pelabuhan dengan baik, sehingga penghasilan jauh dari maksimal.

"Ini memang penunggakan kewajiban, kita lihat juga dalam evaluasi yang dilakukan dinas perhubungan. Mereka (PT RWP) mengelola tidak maksimal," kata Firdaus kepada Wartawan, Rabu 30 Desember 2015.

Lanjutnya, tim pengawas sudah mempelajari secara keseluruhan dan juga kontrak yang dibuat Pemko dan PT RWP. Kata dia, kalau itu tidak maksimal dengan baik. Daripada memberatkan PT WRP, Pemko memberi waktu hingga Desember untuk melunasi tunggakan."Kalau mereka tidak bisa bayar tunggakan, 2016 kita putuskan sepihak," sebutnya.

Selama ini tidak diputus kontrak, kata Firdaus, PT RWP masih menyicil tunggakan kepada Pemko Pekanbaru. Tapi tunggakan yang dicicil pun tidak maksimal.

"Mereka sudah mulai cicil, melakukan pembayaran kewajiban, dicicil sikit terus berhenti lagi. Lagi pula mereka putra asli Pekanbaru, semangat mereka perlu kita suport. Pembinaan kita lakukan, ternyata mereka tidak bisa memperbaiki kinerjanya," paparnya.**(saf)