BANGKINANG -- Dinas Pertanian Kabupaten Kampar yang bekerjasama dengan Kodim 0313 Kpr melakukan penanaman padi perdana varietas kartika 1-82 di desa Petapahan Kecamatan Tapung Kabupaten Kampar yang dihadiri Bupati Kampar yang diwakili Kadis Pertanian Hendry Dunan, Dandim 0313 KPR Yudi Prasetyo, Camat Tapung Rahmat.
         
Setelah berhasil di tahun 2015 melakukan panen di desa Simpang Kubu kecamatan Kampar peran serta KODIM 0313 KPR yang didukung dinas pertanian kabupaten kampar berhasil meningkatkan posisi kabupaten kampar menjadi urutan ke 40 dari 500 kabupaten kota se Indonesia atas keberhasilan dibidang pertanian. 

Program upaya khusus peningkatan padi, jagung dan kedele yang dicanangkan Pemerintah Pusat kepada TNI untuk menjaga ketahanan pangan, juga sangat didukung oleh Pemerintah Kabupaten Kampar dengan meminta kepada Dinas terkait, khususnya Dinas Pertanian untuk membantu Kodim dalam melaksanakan program, baik itu dalam bentuk penyuluhan dan lainnya yang bermuara pada kesuksesan program ini. 

Diatas lahan seluas 70 Hektar area ada beberapa petak sawah yang ditanami padi Varietas 1-82 dan nantinya akan dioptimalkan menjadi 2 kali tanam dalam setahun, dengan peran serta tni diharapkan dapat menjadi motivasi bagi petani maupun kelompok tani yang ada agar dapat meningkatkan produksi pertanian.
 
“Selama ini kita memang ada kegiatan dibidang pertanian namun dengan ditambahnya kebijakan pusat meningkatkan produksi pertanian dan dibantu peran serta tni maka dinas pertanian semakin terbantu, karena selama ini sulit mencari motor penggerak di lapangan padahal penggerak ditingkat bawah itu yang sangat sulit,” ujar Dunan.
            
Selain itu kadis pertanian sangat mengapresiasi wilayah pertanian yang ada di wilayah desa petapahan karena notabene wilayah tapung sangat familiar dengan kawasan perkebunan sawit, “ini sangat luarbiasa sawah yang ada di kawasan perkebunan sawit dan merupakan sesuatu yang luar biasa,” ujar Dunan. 

Penanaman Padi yang dilakukan secara baik dan benar dapat menjadi usaha pertanian yang menggiurkan dengan penghasilan yang cukup tinggi. Hal ini diungkapkan dunan melalui analisa dilapangan dan berdasarkan hasil panen yang telah memberikan manfaat nyata bagi petani dimana konsumsi beras yang semakin meningkat sedangkan lahan pertanian yang semakin berkurang.
            
“Menanam padi dapat menjadi sumber penghasilan yang menggiurkan dibanding sawit, dalam 2 kali panen setahun petani dapat mengantongi hasil 40 juta dari satu hektar lahan bahkan hasilnya lebih besar dari hasil sawit setahun”ujar Dunan positif.  

Sementara itu, Dandim 0313 KPR menilai Keberhasilan peran TNI dalam meningkatkan produksi pertanian terbukti dengan diundangnya Dinas Pertanian untuk penanaman yang kedua kalinya dimana biasanya Dandim yang diundang untuk melakukan penanaman namun sekarang justru kebalikanya dan itu adalah suatu tanda keberhasilan, hal ini adalah wujud keseriusan negara untuk melepaskan diri dari ketergantungan import beras dan untuk mengembalikan kemandirian swasembada pangan. 

“Saat ini kebutuhan beras semakin meningkat dan lahan pertanian semakin berkurang, jika kita tidak mau mengembangkan penanaman padi maka siapa lagi yang menanamnya.”ujar Yudi.
             
Selanjutnya pihak TNI yang diberikan tugas untuk mengemban amanah negara dalam meningkatkan hasil pertanian mengajak seluruh pihak untuk bersinergi menjadikan lahan-lahan pertanian yang ada agar lebih produktif, “Saingan kita adalah negara yang berteknologi tinggi di bidang pertaniannya, maka dari itu kita harus serius karena menyangkut marwah bangsa. Kita tingkatkan bagaimana dalam satu tahun harus 2 kali tanam”ujar Yudi.**(man)