• Wakil Ketua DPRD Riau Zukri Misran

PEKANBARU--Gaungriau.com-- Wakil Ketua DPRD Riau Zukri Misran menegaskan paripurna pembentukan Alat Kelengkapan Dewan (AKD) DPRD Riau, Kamis malam 10 Oktober 2019 sudah sah dan sesuai dengan prosedur.

Kendati, pembentukan AKD belum diisi anggota DPRD Riau dari tiga fraksi DPRD Riau, yakni fraksi Gerindra, PKS dan PAN.

Demikian ditegaskan Zukri ketika ditanya rencana Fraksi Gerindra PKS dan PAN DPRD Riau akan membentuk Alat Kelengkapan Dewan (AKD) tandingan yang direncanakan akan disahkan dalam rapat paripurna, Senin 14 Oktober 2019.

Pasalnya, untuk pengesahan AKD DPRD Riau harus memenuhi kuorum paripurna, yakni 50 persen plus satu dari total 65 anggota DPRD Riau. Sementara, jumlah anggota dewan dari fraksi Gerindra, PKS dan PAN hanya 22 orang.

Menurut Zukri, kekecewaan ketiga fraksi tersebut merupakan hal yang biasa. Namun, yang menjadi pertanyaan kalau ketiga fraksi tersebut ingin melaksanakan paripurna yang menyusun paripurna seharusnya melalui rapat banmus dijadwalkan.

"Kalau mereka buat paripurna sendiri apakah bisa kuorum dengan 22 orang, itu pertanyaannya kalau mereka buat tandingan," ungkap Zukri kepada wartawan, Jumat 11 Oktober 2019.

Zukri yang juga Ketua DPD PDIP Riau ini membantah semua tudingan yang disampaikan ketiga fraksi yang menilai cacat prosedural Dalam penyusunan alat kelengkapan dewan DPRD Riau ketiga fraksi tersebut sudah dilibatkan dan ketiga fraksi sudah diminta mengirimkan nama-nama anggota mereka untuk menduduki akd.

"Tidak dilibatkan dalam konteks apa. Kawan-kawan ketiga fraksi itu sudah diberikan ruang dan sudah disiapkan posisi pimpinannya ada wakil ketua di komisi-komisi, ada juga di BK sudah disiapkan. Tapi kalau ada fraksi belum bisa terima itu kan konteksnya berbeda," terang Zukri.

Politisi Asal Pelalawan ini dengan tegas membantah tudinga yang disampaikan ketiga fraksi tersebut yang menuding dirinya sebagai juru bicara lima fraksi DPRD Riau lainnya.

"Bukan juru bicara, kami ini pimpinan memfasilitasi," tegas Zukri.

Fraksi Gerindra, PKS dan PAN sepakat untuk menggelar rapat paripurna pembentukan AKD tandingan yang direncanakan, Senin 14 Oktober 2019. Rapat paripurna direncanakan akan dipimpin Wakil Ketua DPRD Riau dari Fraksi Gerindra Hardianto.

Rencana pembentukan AKD tandingan dilakukan karena pembentukan AKD yang sudah disahkan dalam paripurna Kamis malam lalu dinilai ketiga fraksi tersebut cacat prosedural dan susunan pimpinan AKD dinilai mereka masih terbawa dukungan kubu parpol pendukung pilpres yakni kubu parpol pendukung paslon nomor 01 dan paslon nomor 02.** (rud)