• Butiran Kesepakatan kandidat pemilihan penghulu kampung.

Gaungriau.com (SIAK) -- Walaupun dianggap sukses pelaksanan Pemilihan penghulu kampung (Pilpung) serentakpada 20 November 2019 oleh Kadis PMK Siak Yurnalis beberapa waktu yang lalu, tapi itu tidak untuk secara keseluruhan, helat tersebut masih menyisa sejumlah persoalan dilapangan yang dirasai olehsejumlah kandidat.

Ke empat kandidat yang tidak menanda tangani hasil pemilihan penghulu Kampung tersebut adalah Rofai, Sudibyo, Lihan ,SPd dan Khadafi, M.Si.

Seperti halnya dengan pemilihan penghulu Kampung paluh kecamatan Mempura yang dengan lima kandidat yang bertarung diantara nya, nomor urut 1 Prayitno Raihan sebanyak359 suara. No urut2 Rofai Raihan sebanyak 209 suara, nomor urut3,Sudibyo raihan sebanyak276 suara, no urut4 Lihan,S.pdRaihan sebanyak 109 suara , danno urut 5 Khadafi ,M.Si dengan raihansebanyak 9 suara .

Menurut Rofai tuntutan dariempat kandidat ini bukan persoalan kalah menang, akan tetapi ini menyangkut ketidak komitnya panitiaterhadapkesepakatan yang sudah ditandatangani oleh kelimakandidat yang bertarung.

Butiran kesepakatan tersebut berbunyisetiap masyarakat yang hendakmenyalurkan hakpilihnyatidak diperbolehkan membawa hpberjenis kamera kebilik suara, akan tetapi kesepakatan tersebut sepertinya tidak berlaku, dan ada oknum masyarakat berhasil membawa hp kamera dengan memfoto kandidat yang dia usung dankemudian memposting nya ke FB.

"Dan persoaalan ini sudah dibawa ke kantor Desaduduk semeja bersama panitia dan pihak Bapekam, namun masih menemu jalan buntu, karena itu kami minta pihak terkait atau Pemerintah Daerah untuk menyelesaikan secepatnya persoalan ini sesuai denganaturanyang berlaku," kata Roafi.

Dikatakannya Kejadian ini terjadibermuara dari lemah nya pihak panitia sebagai penyelenggara Pilpung yang tidak konsisten dengan butiran yang sudah sepakati olehkandidat. **(jas)