• Solihin

BENGKALIS -- Ketua Lemabaga Swadaya Masyarakat - Ikatan Pemuda Melayu Peduli Lingkungan (LSM-IPMPL) Bengkalis, Solihin menyayangkan terhadap adanya pemberitaan yang dimuat oleh salah satu Media Online dengan mencatut nama  LSM-IPMPL Bengkalis.

Dimedia Online tersebut, LSM-IPMPL dijadikan sebagai Narasumber dalam pemberitaan yang menyudutkan nama salah satu Calon Bupati Bengkalis yaitu Sulaiman Zakaria.

Dengan merasa tidak tahu menahu tentang pemberitaan tersebut, (Solihin red') merasa kesal bahwa LSM-IPMPL tidak pernah memasukkan nama lembaganya dan melaporkan apa yang diberitakan dalam media Online tersebut itu adalah tidak benar.

"Saya membantah keras terhadap pemberitaan yang dilansir oleh salah satu media Online, dengan menyebutkan LSM-IPMPL dengan mengatakan telah membuat laporan ke pusat yaitu ke KPK-RI dan bahkan sampai ke Presiden –RI, itu tidak benar," Kata Solihin, Rabu 30 September 2015.

Sementara itu, sebagai Ketua umum DPP-LSM-IPMPL Bengkalis, Solihin, melanjutkan, dengan adanya pemberitaan tersebut, adalah tidak benar dan bohong. Apalagi pada pesta dekmokrasi pilkada Bengkalis.

"Bahwa pemberitaan itu hanya bohong dan tidak benar, maklum, saat ini kan musim berpolitik, jadi bisa-bisa saja orang mau menjatuhkan kandidat masing-masing Paslon," ungkapnya lagi.

"Bahkan setelah saya ada membaca berita yang dilansirkan oleh salah satu media online "detak24.co" kemudian saya mencoba untuk mencari alamat, telepon diredaksi ataupun perusahaan penanggung jawab, tidak ada, bok alamatnya juga tidak ada," kesal Solihin.

Disamping itu, terkait dengan pemberitaan tersebut, yang menyebutkan nama LSM IPMPL Bengkalis, (Solihin red) sebagai ketua umum, dalam waktu dekat ini, akan mencari jalur hukum untuk meminta pertanggung jawaban kepada pihak yang telah mencatut nama lembaganya itu.

"Lembaga kami  sepertinya digunakan untuk menjatuhkan nama baik Paslon No 3, pada kesempatan ini juga, kami atas nama LSM-IPMPL berharap kepada masyarakat kabupaten Bengkalis, agar tidak terpancing dengan berita-berita tidak benar dan fitnah, yang menurut penilaian kami  sangat rentan dimainkan oleh pihak-pihak tertentu dimasa pilkada ini," tutupnya.**(put)